Senin, 23 Maret 2020 13:12

Sidang PTUN Pekanbaru, UIN Suska Riau Menang Atas Gugatan DO Raja Godang

Raja Godang menuntut UIN Suska atas DO dirinya. Namun PTUN Pekanbaru mengesahkan keputusan tersebut

Riauterkini-PEKANBARU-Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru melanjutkan sidang dalam perkara Drop Out (DO) mahasiswa UIN Suska Riau, Raja Godang, Senin (23/03/20). Sidang lanjutan yang digelar di Ruang Cakra tersebut mengagendakan pembacaan putusan terhadap penggugat, Raja Godang beserta tim kuasa hukumnya dengan tergugat, UIN Suska Riau.

Berdasarkan amar putusan majelis hakim yang diketuai oleh Masdin SH MH itu, pengadilan menolak seluruh gugatan penggugat, Raja Godang dan tim hukum UIN Suska Riau dinyatakan memenangi putusan sidang tersebut.

"Dalam penundaan menolak penundaan penggugat, dalam eksepsi menolak eksepsi tergugat, dalam pokok perkara menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada penggugat," ujar Hakim Ketua, Masdin SH MH saat membacakan putusan di depan penggugat dan tergugat.

Menanggapi hasil putusan sidang itu, Ketua Tim Hukum UIN Suska Riau, Jhon Piter Marpaung SH MH mengatakan bahwa hakim mempunyai pandangan yang objektif, sehingga ia menilai wajar jika majelis hakim menolak gugatan penggugat. Sebelum melakukan gugatan, kata dia lagi, penggugat dan tim kuasa hukumnya seharusnya bisa mengambil langkah bijak melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pihak rektorat UIN Suska Riau.

"Penggugat semestinya tahu bahwa perkara ini tidak selayaknya didaftarkan ke PTUN. Apalagi acuan aturan hukum Dikti itu jelas, dari Departemen Agama yang membawahi UIN Suska Riau juga pasti sudah ada aturan-aturan dan dasar yang jelas tentang aktifitas perkuliahan di kampus," kata Jhon Piter didampingi Daniel Haposan Sirait SH dan Nofriyansyah SH usai pembacaan putusan tersebut.

Selain itu, kata dia lagi, yang tidak kalah penting adalah penggugat sebagai seorang mahasiswa semestinya bisa betul-betul menjalankan tanggung jawab terhadap universitasnya maupun terhadap orang tuanya. Jika tidak, maka penggugat tidak akan bisa menjadi sarjana yang qualify.

"Bagaimana dia (penggugat) bisa jadi qualify, kalau kuliah dia saja tidak jelas. Jadilah lulusan yang siap pakai, agar tidak menjadi sarjana yang tidak siap pakai. Harusnya dia bisa berpikir seperti itu," tandasnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang