Kamis, 12 Maret 2020 17:35

Kreatif, SDN 27 Bantan, Bengkalis Layak Percontohan Pembelajaran Aktif

SDN 027 Bantan layak menjadi percontohan sekolah yang sukses melakukan pembelajaran aktif. Meskipun sekolah ini sulap rumdis jadi ruang khusus untuk majelis guru.

Riauterkini-BENGKALIS- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 027 Bantan, Kabupaten Bengkalis patut diacungi jempol dalam pola pembelajaran aktif bagi para muridnya.

Kurun waktu dua tahun terakhir, pola pembelajaran baik yang diterapkan dengan model pemikiran dan imajinasi murid secara aktif, cukup layak untuk ditiru oleh sekolah-sekolah yang lain.

Berada di luas lahan 3.000 meter persegi, terdiri dari enam lokal dan dengan murid 168 orang, serta 7 orang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, terjadi perbedaan yang menyolok terhadap pola pembelajaran jika dibandingkan antara saat ini dengan lima tahun yang lalu.

Kepala SDN 27 Bantan, Bengkalis, Dessi Yasmita, S.Pd, S.D saat berbincang-bincang dengan riauterkini.com mengatakan, pola pembelajaran dahulu lebih terkesan monoton hanya dari gurunya, namun sekarang sudah mengajak anak murid untuk terlibat atau mempunyai peran aktif, membuka wawasan untuk bereksplorasi apa saja yang menjadi kemampuannya dan teraplikasikan.

Kemudian, pola pembelajaran yang menyenangkan dan anak tidak merasa bosan. Apa yang didapat akan selalu diingatnya karena akan disiapkan dokumentasi di media khusus baik di lokal ataupun di tempat lain yang mudah disaksikan.

"Lebih mudah dicapai dengan pembelajaran aktif karena seluruh anak akan terlibat langsung. Dan khususnya untuk pembelajaran model anak memikir sebelumnya dan dilanjutkan dengan model yang menekankan pada imajinasi anak secara aktif. Sekarang ini, murid mengeksplor apa yang mereka miliki," ungkap Dessi Yasmita belum lama ini.

Dessi menyontohkan, kegiatan sekolah di Jalan Utama Dusun Teluk Ondan I, Desa Teluk Papal yang dijalankan saat ini, adalah literasi setiap anak harus membaca buku, kemudian bisa menceritakan hadapan teman-temannya, 15 menit sebelum dimulainya pelajaran. Kemudian ada juga sepekan, para anak membaca bersama-sama dan diberikan penghargaan.

Setelah literasi, ada kegiatan gerakan sehat atau Germas, dan tiga tahun ini SDN 27 Bantan, sudah mengikuti lomba sekolah sehat dan memperoleh juara pertama dua tahun berturut-turut se-Kecamatan Bantan.

"Selain itu, setiap hari dalam proses belajar mengajar di kelas ada kegiatan pembelajaran aktif dan hasilnya akan dipajang di setiap lokal apa yang dilakukan oleh para murid dan diharapkan menjadi kebanggaan bagi murid bukan bagus atau tidak bagus, yang terpenting berbuat," terangnya lagi.

Di dalam kelas juga disiapkan pojok buku, untuk mengobati kejenuhan murid yang membaca buku di perpustakaan sekolah. Sekolah juga menyediakan gazebo atau pondok-pondok untuk kegiatan membaca buku.

"Dan kemudian ketika ada kegiatan pameran praktik sekolah kami. Alhamdulillah dinobatkan sebagai terbaik," ujarnya dengan sumringah.

Diakui Kasek yang sudah menjabat satu tahun lebih ini, ada beberapa kendala dalam proses pembelajaran aktif di sekolah ini. Antara lain adalah literasi buku yang dibaca, menyusul harus diganti secara terus menerus, dan harus ada regenerasi buku.

"Tidak mungkin anak sudah membaca buku yang sama terus-menerus kan. Jadi kami sangat memerlukan buku itu lebih banyak lagi. Sehingga untuk mengganti buku itu, kami anjurkan setiap murid mempunyai satu buku baru setiap semester," sebutnya.

Ditambahkan Dessi, untuk sekolah yang berbasis masyarakat, komite, paguyuban kelas juga ada, gotong royong bersama wali murid juga jalan, membersihkan parit-parit, menanam bibit tanaman, dan sepakat menyumbangkan satu murid satu bunga, meskipun tidak semuanya karena juga ada keterbatasan.

"Untuk pembelajaran kami masih memanfaatkan apa yang ada dan bisa dimanfaatkan. Media-media yang bisa dimanfaatkan, seperti barang-barang bekas yang lebih banyak dibandingkan fasilitas dari pemerintah. Dan kami terus merasa kurang puas, akhirnya terus memutar otak bagaimana caranya agar bisa lebih baik dan nyaman di sekolah ini," ujarnya seraya mengakui bahwa ruang majelis guru merupakan rumah dinas yang disulap sejak berdirinya sekolah tahun 1993 yang silam.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation yang telah memberikan pendampingan dalam pola pembelajaran aktif, dan sudah berjalan sejak dua tahun lalu," imbuhnya.***(dik)

Foto : Kepala SDN 27 Bantan, Bengkalis, Dessi Yasmita, SPd. SD memperlihatkan hasil kegiatan murid pembelajaran aktif.

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang