Kamis, 12 Maret 2020 11:44

ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau

Naiknya manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan disosialisasikan ke perusahaan perusahaan anggota ABUJAPI Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Riau bekerjasama dengan BPJS Ketenaga Kerjaan Pekanbaru melaksanakan sosialisasi PP no 82 tahun 2019 untuk Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) se Riau Kamis (12/3/20).

Ketua ABUJAPI Riau, Edi Darmawi mengatakan bahwa kegiatan bersama ABUJAPI Riau bersama BPJS Ketenagakerjaan ini, adalah untuk sosialisasi dan memberitahu kepada seluruh peserta BPJS atas kenaikan manfaat BPJS bagi peserta. Diharapkan perusahaan menyampaikan hal itu kepada seluruh karyawan agar seluruh karyawan mengetahui manfaat yang diterima karyawan.

Menurutnya da 100 BUJP se-Riau baik yang lokal maupun berskala nasional, yang aktif sekitar 50 persen. Bersampena dengan kegiatan tersebut, Edi berharap seluruh BUJP di Riau ikut di BPJS Ketenagakerjaan karena kewajiban ikut BPJS merupakan syarat untuk mendapatkan tender.

"Hanya saja saya tidak bisa memonitor Keikut sertaan BUJP ke BPJS. Namun dengan prasyarat keikutsertaan di BPJS Ketenaga kerjaan menjadi prasyarat mendapatkan tender, saya rasa, seluruh BUJP se-Riau sudah ikut BPJS Ketenaga kerjaan," terang Edi yang juga Sekretaris APINDO Riau

Edi mengharapkan seluruhan perusahaan pengguna jasa BUJP memilih perusahaan BUJP yang lengkap legalitas dan profesional.

Apalagi, menurut Edi Darmawi, manfaat lainnya dari BPJS adalah adanya program vokasi kejuruan pelatihan garda pratama selama 21 hari di lembaga pendidikan yang ditunjuk Polri untuk satuan pengaman untuk prasyarat bekerja sebagai seorang satpam. Program ini dibiayai oleh BPJS.

Kepala BPJS Ketenagaan Kerja Kota Pekanbaru, Mias Mukhtar menyatakan bahwa BPJS sangat concern terhadap BUJP BUJP di Riau. Ia berharap ke depan BUJP BUJP di Riau mewajibkan karyawannya untuk memiliki BPJS Ketenaga kerjaan.

"Merekrut tenaga kerja, wajib memasukkan karyawannya ke jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi tahun ini adalah tahun kepatuhan bagi perusahaan untuk memberi jaminan sosial kepada tenaga kerjanya," kata Mias.

Ia juga berharap ABUJAPI memberikan sanksi kepada BUJP yang tidak memberikan jaminan sosial ketenaga kerjaan kepada karyawannya atas ketidak patuhan membayarkan iuran jaminan sosial ketenaga kerjaan karyawannya ke BPJS.

Diakui Mias, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terutama bagi pekerja formal dan informal agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehngga seluruh pekerja di Indonesia terlindungi sosialnya.

"Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan merasakan manfaat di kemudian hari. Karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP)," katanya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang