Selasa, 10 Maret 2020 08:36

BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi

Bank Indonesia (BI) terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pekan ini BI menggelar 'Pekan QRIS'.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebagai upaya meningkatkan penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard, Bank Indonesia Kpw Riau menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional 2020 pada 9-15 Maret 2020. Pekan QRIS dilaksanakan roadshow merchant focus di beberapa titik seperti Pasar Bawah, kampus UMRI, Pengurus Masjid se-PKU di BI, lt.3 dan di Al ihsan Boarding School serta di Mal SKA.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus didampingi Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Asral Mashuri, Selasa (10/3/20). Menurutnya, acara puncak pekan QRIS akan dilaksanakan pada Ahad 15 maret 2020 di car free day.

"Pekan pertama sudah kita lakukan seminggu kemarin. Pekan kedua ini kita fokus pada merchant atau orang yang menerima pembayaran melalui QRIS," tambahnya.

QRIS adalah standar kode respons cepat (QR code) untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet elektronik atau mobile banking yang ditetapkan oleh Bank Indonesia bersama industri pembayaran, baik bank atau nonbank, yang digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran retail di Indonesia.

Menurut Decymus, QRIS bukanlah hal baru. Beberapa negara lainnya seperti Cina, Thailand dan Malaysia telah melakukan hal serupa yaitu pembayaran melalui gawai. Kehadiran QRIS ini tidak bermaksud untuk meninggalkan uang tunai, tetapi BI menjaga agar inovasi yang bermunculan tidak merugikan masyarakat.

"Ketika ada inovasi uang tunai ke kartu kredit kami mengatur supaya aman. Lalu kartu kredit berevolusi menjadi uang elektronik supaya aman bagi masyarakat," jelasnya. Decymus.

Dulu, tambahnya, kartu ATM hanya bisa melakukan transaksi di mesin yang sesuai dengan ATM tersebut. Kemudian BI membuat sistem gerbang pembayaran nasional (GPN) agar setiap ATM dapat melakukam transaksi di semua mesin. Sistem serupa juga diterapkan dalam QRIS ini, dimana sebelumnya pembayaran menggunakan uang elektronik hanya bisa dilakukan dalam satu jalur. Kemudian masyarakat harus memiliki banyak aplikasi untuk dapat melakukan pembayaran menggunakan uang elektronik.

"Dulu kalau Ovo hanya bisa bayar ke merchant Ovo. Dengan QRIS ini semuanya masuk, Gopay bisa bayar ke merchant Ovo dan sebagainya, " ujarnya.

Decymus mengatakan banyak yang bisa didapatkan oleh customer dan merchant dengan menggunakan QRIS, karena QRIS itu UNGGUL. Pertama, QRIS itu Universal atau inklusif sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemudian menggunakan QRIS itu gampang, karena transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman. Selanjutnya, menggunakan QRIS itu Untung, karena satu QR code dapat digunakan oleh semua aplikasi. Yang terakhir, penggunaan QRIS secara Langsung membuat transaksi menjadi cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, melalui pekan QRIS nasional diharapkan nantinya sebanyak 3 juta UMKM merchant dapat tumbuh menjadi 4 juta-5 juta merchant.

Ke depan, tambahnya, BI akan meluncurkan fast payment sehingga melalui akun merchant kedua pelaku usaha sudah dapat bertransaksi.

“Tahun depan BI Fast Payment kami luncurkan sehingga begitu QRIS diakses melalui akun merchant kedua, pelaku usaha sudah bisa bertransaksi, baik fintech, open banking sehingga nantinya terhubung ke rekening bank melalui RTGS,” tambahnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang