Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06

Wagubri Buka Sosialisasi Karhutla

Wagubri membuka Sosialisasi Karhutla yang ditaja Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup. Sejumlah perwakilan perusahaan pengelola sektor perkebunan dan HTI turut ambil bagian dalam kegiatan itu.

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution membuka kegiatan sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditaja oleh Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Bareskrim Polri, Kamis (27/2/2020) di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Acara tersebut dihadiri oleh Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Listiyo Sigit Prabowo beserta jajaran, serta Dirjen Gakkum Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani dan pejabat dari unsur penegak hukum lainnya.

Selain itu, juga hadir perwakilan dari berbagai perusahaan yang mengelola sektor perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah setempat.

Wagubri Edy Natar Nasution dalam pemaparannya mengatakan Karhutla merupakan permasalahan yang serius.

"Bencana Karhutla sudah menjadi isu penting, dan merupakan sebuah rutinitas yang sudah menghabiskan APBN tidak sedikit, termasuk juga APBD," kata Wagubri dalam paparannya.

"Bencana Karhutla dan kabut asap menimbulkan berbagai dampak, baik di Riau sendiri maupun di beberapa provinsi lain. Mulai dari dampak kesehatan, pendidikan, ekonomi, lumpuhnya transportasi udara akibat penutupan Bandara karena jarak pandang minimal," tambah Wagubri.

Saat ini, kata Wagubri, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk terus mencegah terjadinya Karhutla.

Antara lain, sosialisasi pembinaan pembukaan lahan tanpa bakar, pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA), pengendalian tinggi muka air gambut, canal blocking, dan batuan peralatan untuk penanggulangan Karhutla.

"Juga berbagai upaya lain temasuk kerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), dunia usaha, dan perguruan tinggi," kata dia.

Sebut Wagubri lagi, selain telah menetapkan status darurat Karhutla, Pemprov Riau juga telah membentuk Satgas Terpadu untuk menertibkan penggunaan kawasan hutan dan lahan ilegal dalam rangka upaya penegakan hukum.

"Upaya yang kita lakukan ini, harapannya supaya penanganan ini (Karhutla) bisa lebih baik dari sebelumya," kata ujar Wagubri. (mok/adv)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang