Ahad, 23 Pebruari 2020 18:58

Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau

Menjadi korban investasi bodong dengan modus peternakan sapi perah, belasan korban datangi Ditreskrimsus Polda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Belasan warga Kampar datangi Ditreskrimsus Polda Riau. Mereka melaporkan CV Jaya Manunggal Mandiri Cq CV Tri Manunggal Jaya di Ponorogo, Jawa Timur terkait penipuan berkedok investasi sapi perah. Mereka yakni Ahmad Muhajirin, Ahmad Sulaiman, Joko Yulianto. Kemudian, Siman, Andika Afilianto dan Desi Sudarsih, Siti Maryam, Fatimah, Mugiyono, Doraeni, Solihin, Sohimin, Sulaiman, Mardi, Prasetyo, Desi Yuliana, Aris Widodo dan Jalinur.

Tak sendirian, mereka juga didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Posbakumadin, Advokat dan Pembela Masyarakat yakni Tim kuasa Hukum antara lain Sahat M Siregar SH, Polman Sinaga SH, Heri Setiawan SH, Rio Jariaman SH.

Desi yang menjadi korban investasi itu menjelaskan, Ia telah mengalami kerugian hingga Rp519 juta. Namun sejak ikut investasi ini, Ia hanya menerima uang sebanyak 5 kali dengan jumlah Rp2,5 juta persetoran.

"Sampai sekarang tidak ada lagi. Lalu, saat ditanya mereka hanya janji-janji," katanya.  

Desi mengaku bergabung investasi dengan paket 6, sudah setahun yang lalu. Sedangkan, untuk paket yang 21, baru akhir tahun lalu dan sampai saat ini belum mendapatkan hasilnya. Sementara, uang sebesar Rp519 juta itu dia setor dua kali.  

Setoran pertama sekitar Rp 100 jutaan, dengan harga sapi Rp17 jutaan. Selanjutnya, untuk harga sapi Rp 19 jutaan disetor. Setoran itu yang terakhir, dikarenakan naiknya harga sapi. Setoran itu sendiri dikirim ke rekening Andi Prasetyo merupakan salah satu pihak dari CV Jaya Manunggal Mandiri.

Dia mengaku tertarik lantaran adanya informasi dari para tetangga yang telah mendapatkan hasil keuntungan atas investasi tersebut. "Perwakilan mereka yang di Kampar, menawarkan dengan cara datang ke rumah-rumah," cerita Desi.

Sementara itu, LBH Posbakumadin, Advokat dan Pembela Masyarakat, Polman Sinaga SH mengatakan, pihaknya mendata ada hampir 1.260 korban di Kampar. Namun, karena keterbatasan kendaraan dan kesibukan. Mereka hanya di wakilkan belasan korban.  

"Sebenarnya ada sekitar ribuan orang yang jadi korban. Namun, yang bisa hadir hanya belasan ini. Mereka sudah mewakili, karena keterbatasan kendaraan," ujar Polman.  

"Klien kami ini di tipu dengan investasi dugaan sapi perah. Kasus ini sudah cukup lama berlangsung, , namun baru sekarang para korban minta didampingi untuk melapor," paparnya.  

Polman menjelaskan, modus para pelaku, dengan meminta korban berinvestasi uang mengatasnamakan sapi perah. Tapi sampai saat ini, sapi tidak ada diterima korban.  

“Untuk satu paket si korban diminta uang Rp17 juta,” ucap Polman.  

Sejumlah korban ada yang diminta berinvestasi sampai ratusan juta. Aksi para pelaku, sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Dimana rata-rata koban berada di desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kampar.  

"Dari investasi sebesar 17 jutaan, korban dijanjikan diberikan uang keuntungan Rp2,5 juta. Namun sepersen pun mereka tidak menerima keuntungan. Justru modal mereka terbenam dan tidak kembali.  

Sementara, pihak yang dilaporkan adalah inisial AP, R dan HR yang diduga bertanggungjawab atas permasalahan ini.  

”Kami ingin Polda memprosesnya laporan tersebut. Kami hanya ingin uang klien kami dikembalikan. Jika memang tidak profit lagi," kata Polman.  

Menurut Polman, pihak perusahaan yang meminta sejumlah uang untuk investasi itu tidak memiliki atas hak oleh Otoritas jasa Keuangan (OJK) juga sudah dianggap tidak sah.  

Sedangkan, hasil koordinasi dengan penyidik didepan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pihaknya diminta melengkapi berkas.   

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadji, mengatakan, warga yang datang ke kantor itu masih bersifat pengaduan.  

“Pengaduan sudah. (Tapi) untuk laporan belum kami dapat,” singkatnya. (Arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang