Senin, 17 Pebruari 2020 15:27

Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru Berdalih Dapat Bisikan Ghaib

Seorang balita berusia 3 tahun dibunuh ayah kandungnya di Pekanbaru. Pelaku berdalih dapat bisikan ghaib.

Riauterkini-PEKANBARU-Sadis, itulah gambaran yang cocok bagi Hermanto usai membunuh anak kandungnya yang masih balita inisial F (3). Lucunya, usai membunuh sang buah hati tersebut, pelaku sama sekali tak menunjukkan penyesalan dan mengaku melakukan tindakan sadis itu karena mendapat bisikan gaib.

Peristiwa itu sendiri terjadi di rumah pelaku di Perumahan Griya Cipta, Jalan Cipta Karya, Gg Anturium, RT03/RW10, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Senin (17/02/20) pukul 10.00 WIB. Menurut saksi mata sekaligus tetangga pelaku, Endi (39), ketika pembunuhan itu terjadi, pelaku bersama istri dan 3 orang anaknya sedang berada di rumah. Saksi yang ikut menyaksikan peristiwa horor itu menceritakan bahwa pelaku membunuh korban dengan cara mencekik lehernya menggunakan hangar besi pakaian.

"Ketika kami masuk ke rumah pelaku, saya, pak RT dan polisi melihat langsung waktu korban sudah tewas dicekik pelaku. Posisi korban telungkup. Disitu juga ada istri dan dua anak pelaku yang lain. Pelaku ini anaknya 3 orang, tapi yang dibunuhnya cuma 1 orang, anak yang paling bungsu," ujarnya ketika berbincang dengan riauterkini.com di tempat kejadian perkara.

Masih kata dia, beberapa hari sebelum pembunuhan terjadi, pelaku memang sempat menujukkan gelagat aneh. Bahkan pelaku mengaku beberapa kali mendapat wahyu dan bisikan gaib. Gelagat aneh itu sendiri, sambung Endi, terjadi sejak 4 hari belakangan. Puncaknya, pada Senin (17/02/20), pelaku tiba-tiba menghabisi nyawa anak bungsunya karena bisikan gaib tersebut.

"Pernah juga dia (pelaku) siang hari mandi di tengah jalan di depan rumahnya. Katanya untuk membersihkan diri. Ngakunya dapat bisikan gaib," tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan mengatakan bahwa pembunuhan tersebut awalnya diketahui dari informasi adik kandung si pelaku. Saat itu adik pelaku kebetulan datang ke TKP untuk menemui pelaku. Namun karena pintu terkunci dan tak ada jawaban, si adik pelaku itupun mendobrak pintu belakang TKP. Ketika sudah masuk ke dalam rumah tersebut, yang bersangkutan pun terkejut melihat pelaku bersama sang istri memakai baju serba putih. Sedangkan anak pelaku, sudah tewas telungkup.

"Dari laporan adik pelaku itulah, kita selanjutnya ke TKP dan kita temukan pelaku bersama istrinya sudah pakai baju serba putih-putih. Di TKP kita temukan juga anak pelaku yang bungsu inisial F sudah tewas," gumamnya.

Dijelaskannya lagi, pelaku membunuh anaknya tersebut dengan cara membekap mulutnya. Kemudian memasukan lembaran kertas Al-Quran ke dalam mulut sang anak dan membakar lembaran kertas tersebut. Begitu korban sudah tak bernyawa, pelaku kemudian mengambil hangar pakaian dan menjeratkannya ke leher korban.

"Alasan pelaku membunuh anaknya karena mendapat bisikan gaib. Pengakuan pelaku, selama ini ada kuntilanak yang bersemayam di tubuh istrinya, tapi kuntilanak itu sudah pindah ke tubuh anaknya (korban F). Jadi pelaku membunuh anaknya supaya mematikan si kuntilanak itu juga. Istrinya ikut melihat tapi tak berani menolong anaknya karena takut melihat suaminya seperti itu," paparnya panjang lebar.

Atas peristiwa itu, pelaku dan sang istri pun sudah diamankan di Mapolsek Tampan. Hanya saja, keduanya belum bisa dimintai keterangan lebih jauh karena belum sadar sepenuhnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang