Ahad, 16 Pebruari 2020 11:53

Bupati Siak Awali Pemeremajaan 122 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Koto Gasib

Kebub kelapa sawit seluas 122 hektar di Kecamatan Koto Gasib sudah tak produktif. Proses peremajaannya diawali Bupayi Siak.

Riauterkini - SIAK - Bupati Siak Alfedri melakukan penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Jumat (14/2/2020) siang.

Pelaksanaan tersebut dihadiri oleh kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertania (BPTP) Provinsi Riau, ketua Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) Kementerian Pertanian, Wakil Ketua Dewan Siak, Kadis DPMK Siak,  Camat Koto Gasib,  Perwakilan PT Palma Inti Lestari,  Perwakilan PT Bijan Inti Mekar, Pengurus Gapoktan se Kecamatan Koto Gasib serta perwakilan Dari PT Bank Riau Kepri.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penanaman perdana peremajaan kelapa sawit, atau replanting yang akan di laksanaan di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, kabupaten Siak dengan luas 122,8 Ha dari total lahan yang ada di sini kurang lebih 900 Ha,” terang Alfedri saat di temui usai acara, penanaman perdana Jum’at (14/2/20) siang.

Di jelaskannya, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di kecamatan Koto Gasib ini merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Untuk tahap pertama luas lahan sawit yang akan dilakukan peremajaan seluas 122, 8 Ha dengan jumlah petani sebanyak 55 orang.

Pelaksanan replanting itu di dukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Riau) yang siap mensupport para petani yang lahannya di replanting harus menunggu 30 bulan sampai berbuah. Dengan melakukan pendampingan BPTP bersama para petani melakukan budidaya tanaman tumpang sari di lahan sawit yang di remajakan.

“Kita tidak ingin melakukan replanting yang tujuannya untuk mengatasi kemiskinan, namun memunculkan kemiskinan baru, makanya dengan adanya dukungan BPTP Provinsi Riau kita mendapat dukungan, bagaimana nanti masyarakat diberikan pendampingan menjelang sawitnya panen, bagaimana nanti ada usaha tani, akan diupayakan penanaman jagung, padi gogo, kedelai dan semangka,” ungkapnya.

Dirinya berharap dari luas lahan yang belum di replanting, untuk tahap kedua juga dapat di bantu melalui dana BPDPKS. Alfedri juga mondorong Gapoktan, Kelompok Tani dan Koprasi Sawit agar membuat program peremajaan kebun sawit dengan baik.

Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandan Jaya Agus Slaim Siregar mengatakan, merasa terharu dengan di lakukannya peremajaan sawit ini. Karena butuh waktu cukup lama menanti program ini.

Ia menjelaskan, Batang sawit yang ada sekarang tidak lagi produktif, tentu berdampak pada hasil yang di panen dan berpangaruh juga dengan pendapatan keluarga. Dari informasi yang di dapat batang sawit  yang ada di kampung Empang Pandan tahun tanam antara tahun 1982-1983.

“Bagi kami peremajaan ini sangat penting di lakukan, karena usia sawit kami lebih dari 25 tahun. Kami berharap setelah tahap pertama berhasil,  kami juga mencoba usul untuk dilakukannya peremajaan sawit tahap kedua, ayo para petani untuk menuntaskan peremajaan kebun sawit rakyat ini,”ungkapnya.

Pelaksanaan replanting Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib di dukung oleh PT Palma Inti Lestari sebagai mitra dalam medukung budi daya Sawit serta di dukung oleh Bank Riau Kepri.***(yog)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang