Ahad, 16 Pebruari 2020 09:17

Pemprov Provinsi Pertama Hubungi Warganya di China, Mahasiswa Riau Puji Keperdulian Syamsuar

Mahasiswa Riau berkuliah di Wuhan China pulang ke Pekanbaru. Saat disambut Gubri, mahasiswa menyampaikan rasa terimakasih dan bangganya. Pemprov Riau adalah provinsi pertama yang menghubungi warganya yang kemudian diikuti provinsi lainnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar sambut kedatangan mahasiswa Riau yang berkuliah di Wuhan, China di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Sabtu (15/2/20) pukul 22.00 WIB.

Pada pertemuan yang mengharukan tersebut, mahasiswa menyampaikan rasa terimakasih kepada orang nomor satu di Riau ini. Menurut mahasiswa ini, Pemprov Riau adalah provinsi pertama yang menghubungi warganya yang kemudian diikuti provinsi lainnya.

"Pertama terimakasih kepada pemerintah pusat, baik Kementerian Luar Negeri, Dalam Negeri, Kesehatan, Perhubungan, TNI, KBRI yang semuanya terus memantau kondisi kami selama di China. Dan tidak lupa, provinsi pertama yang menghubungi warganya adalah Provinsi Riau, sebagai bentuk keperdulian kepada warganya. Hal ini kemudian diikuti provinsi lain, merdeka menyatakan salut atas keperdulian Pemprov Riau," kata salah seorang mahasiwa Riau berkuliah di Wuhan China.

Menurut mahasiswa Riau kemudian bercerita, ketika pertama sekali menerima telephon langsung dari Gubri saat masih melaksanakan umroh di tanah suci Mekah. Saat itu menurut mahasiswa ini, Gubri tidak hanya menanyakan kabar, tapi juga turut mendoakan kesehatan dan kekuatan kepada para mahaiswa Riau di Wuhan China.

Selain itu, melalui keperdualian Gubri juga, telah diterima bantuan sosial tak terduga sebesar Rp10 juta setiap mahasiswa selama proses isolasi diterapkan pemerintah China, khususnya di Wuhan.

"Saya masih ingat, bapak masih umroh, langsung menelpon. Karena itu kami sangat bangga dan terimakasih kami atas keperdulian bapak, termasuk bu Mimi Kadiskes Riau, Kadinsos, Kadisdik, termasuk Kesra," ungkap mahasiswa ini.

Kemudian dihadapan Gubri, mahasiswa ini juga memperlihatkan surat karantina di Natuna Kepulauan Riau, yang menyatakan keberadaan mahasiswa Riau yang berkuliah di Wuhan China bebas dari virus corona.

"Saya punya surat yang harus diperlihatkan, surat hasil karantina, yang menyatakan tidak ada satu pun mahasiswa Riau terkena virus corona. Semua sudah dinyatakan bebas dari virus. Kita juga dibekali kartu bebas kewaspadaan kesehatan," ujar mahasisa ini.

Sementara Gubri menyatakan saat virus corona mewabah dirinya mendapatkan kabar ada warga Riau berkuliah di Wuhan China. Syamsuar yang saat itu sedang melaksnakan umroh di tanah suci Mekah, kemudian menghubungi Kementerian Luar Negeri lalu berupaya menelpon mahasiswa Riau di Wuhan. Diakui Gubri, saat itu baru Pemprov Riau yang berupaya menghubungi mahasiswanya berkuliah di China.

"Memang saya berusaha mencari kabar soal kondisi mahasiswa Riau berkuliah di China. Saya coba hubungi Menteri Dalam Negeri, kemudian Menteri Luar Negeri, kemudian barulah saya telpon mahasiswa. Memang waktu itu, gubernur lain belum tahu," ungkap Syamsuar.

Sementara Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir yang juga turut menyambut kedatangan mahasiswa ini, menjelaskan dari enam total mahasiswa Riau berkuliah di Wuhan China, hanya lima orang yang pulang melalui Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru. Sementara satu mahasiswa lagi, langsung disambut keluarga ketika berada di Jakarta, setelah diterbangkan dari Natuna.

"Ya cuma lima, satu lagi disambut keluarga di Jakarta," ungkap Mimi.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang