Rabu, 12 Pebruari 2020 22:11

Dua Jenderal ke Riau, AMMAN-R Tuntut Wakil Bupati Bengkali Segera Ditahan

Ratusan masa yang tergabung dalam AMMAN-R sambut kedatangan dua jendral dari pusat. Aksi mendesak agar Wabup Bengkalis ditahan terkait korupsi di Inhil.

Riauterkini - PEKANBARU - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idam Aziz berkunjung ke Riau, Rabu (12/02/20). Kedatangan dua Jenderal tersebut disambut oleh aksi ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi Riau (AMMAN-R).

Aksi tersebut sejatinya guna menyampaikan agar Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad yang kini menyandang status tersangka dalam dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Inhil segera ditahan.

Koordinator lapangan, Didik Arianto mengatakan aksi ini merupakan langkah mereka dalam menyampaikan aspirasi dimana mereka menuntut agar pihak kepolisian mengambil langkah terbaik dalam menanggapi tersangka korupsi.

"Kita menuntut agar Wakil Bupati Bengkalis segera di tahan. Kita mau negeri junjungan Bengkalis bersih dari korupsi," katanya.

Langkah tersebut patut diambil oleh Polda Riau lantaran Wakil Bupati Bengkalis telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Malah mereka juga menilai bahwa Muhammad telah melecehkan institusi kepolisian akibat mangkir dari dua kali panggilan yang telah dilayangkan kepadanya.

"Kita ingin, agar kepolisian dapat melakukan langkah cepat dan tepat dalam penanganan korupsi," terangnya.

Dalam aksi itu, ratusan massa juga membuat petisi yang berisikan point-point tuntutan mereka. Diantaranya yakni pihaknya menuntut Wakil Bupati Bengkalis ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Pihaknya juga mendesak Kapolda Riau dan Kejati agar segera menyelesaikan kasus Wakil Bupati Bengkalis agar tidak berlarut-larut.

Selanjutnya, mereka minta Kejaksaan Tinggi Riau melimpahkan kasus korupsi Muhammad ke pengadilan. Kemudian mereka juga mau KPK mensupervisi kejati riau terkait korupsi pipa transmisi PDAM di Inhil tahun 2013 yang mencantumkan wakil bupati bengkalis Muhammad. Sementara yang terakhir massa berharap Gubernur Riau tidak mengintervensi terhadap penahanan Muhammad.

Aksi ini memang tidak berlangsung lama, sebab pihak aparat membubarkan mereka meski tengah berorasi dan membentang spanduk. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan kemanan. Lantaran dua Jenderal tengah berada di Riau yang diketahui guna melihat langsung penanganan karhutla di Riau.

Meski begitu, rencananya aksi yang sama akan kembali digelar untuk menyampaikan petisi antikorupsi tersebut.***(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang