Kamis, 23 Januari 2020 13:33

Kembali Muncul Jejak Harimau di Tapung, BBKSDA Bentuk GPKS

BBKSDA Riau membentuk GPKS. Langkah antisipatif menyusul kembali munculnya jejak harimau di Tapung, Kampar.

Riauterkini-PEKANBARU-Warga diresahkan dengan kemunculan seekor Harimau di Desa Trimanunggal dan Desa Mukti Sari, Kecamatam. Tapung, Kabupaten. Kampar. Tepatnya di kawasan kebun plasma sawit dekat pemukiman masyarakat tepatnya di plasma blok 3P milik Yuli Hasibuan.

Begitu mandapatkan laporan dari masyarakat, Rabu (22/1/20) Kepala Seksi Konservasi Wil. 3, MB Hutajulu dan dua Polisi Kehutanan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menuju lokasi temuan jejak harimau.

Hasil observasi di lapangan disampaikan bahwa memang terdapat temuan bekas jejak tapak Harimau Sumatera dengan kondisi sudah mulai hilang dikarenakan hujan turun sejak beberapa hari ini di desa tersebut.

"Tim segera mengambil data lapangan berupa ukuran jejak. Tapak tersebut berukuran panjang 14 Cm dengan lebar 12 Cm," terang MB Hutajulu.

Selanjutnya, tambahnya, Tim melakukan sosialisasi terkait kemunculan Harimau Sumatera dengan membagikan poster cara penanganan apabila terjadi perjumpaan dengan satwa dilindungi tersebut. Rencananya Balai Besar KSDA Riau akan kembali menurunkan Timnya untuk melakukan sosialisasi mitigasi konflik Harimau Sumatera dan bersama aparat pemerintah desa setempat telah sepakat untuk membentuk desa ramah konflik satwa liar dengan langkah awal membentuk Group Penanggulangan Konflik Satwa (GPKS) tingkat desa.

"Kita menghimbau kepada masyarakat agar untuk sementara mengurangi aktifitas berkebun di malam hari serta apabila melakukan aktifitas di harapkan untuk berkelompok, tidak seorang diri," imbau Hutajulu.

Tim minta jika perangkat desa dan masyarakat menemukan kembali jejak baru, sisa kotoran, atau bekas cakaran satwa agar segera menginformasikan kembali ke Balai Besar KSDA Riau di nomor call centre 081374742981.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang