Rabu, 22 Januari 2020 15:41

Kejari Bengkalis Segera Tuntut Kurir Ratusan Ponsel Ilegal

JPU segera sidangkan perkara perdagangan ratusan unit ponsel tanpa dokumen yang sah. Dua pelaku terlibat dalam perkara ini.

Riauterkini-BENGKALIS- Sejak dilimpahkan atau tahap dua oleh penyidik Polres Bengkalis, 9 Januari 2020 lalu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Bengkalis segera menyidangkan perkara dugaan tindak pidana perdagangan ilegal sebanyak 560 unit telepon seluler (ponsel) atau HP ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

"Perkara itu sudah dilimpahkan atau tahap dua ke kami pada 9 Januari lalu dengan dua tersangka. Dalam beberapa hari kedepan rencana kami akan dilimpahkan ke pengadilan untuk segera proses sidang," ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Iwan Roy Charles, S.H didampingi JPU Irvan R Prayoga, S.H kepada riauterkini.com, Rabu (22/1/20) siang.

Kedua tersangka, Jon alias Acong (21), warga Senapelan Kota Pekanbaru dan Suh alias Widik (24), warga Jalan Diponegoro, Kota Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

"Barang bukti ratusan ponsel itu, termasuk dua unit sepeda motor juga sudah dilimpahkan. Insyaallah, beberapa hari kedepan akan dilimpahkan, saat ini kami sedang menyiapkan berkas-berkasnya, termasuk dakwaan," tambah Irvan.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reskrim Polres Bengkalis berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyelundupan ponsel berbagai merek, Ahad (10/11/19) silam sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Diponegoro, Kota Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung Sedikitnya sebanyak 560 unit dgn berbagai jenis dan merek.

Selain 560 ponsel, barang bukti juga disita, bungkus ponsel berbagai jenis dan sebanyak 49 sembilan kotak, uang tunai sebanyak Rp1,4 juta, dua ponsel milik tersangka dan dua sepeda motor.

Kasus ini terungkap, setelah petugas mendapat informasi akan masuk ponsel ke wilayah Pulau Bengkalis melalui jalur laut, kemudian atas informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan.

Selanjutnya di Sungai Dua, Desa Kelemantan Kecamatan Bengkalis, dari hasil pengamatan di lapangan Kapal MV. DUMAI EXPRESS 5 dari tujuan Batam menuju Bengkalis sedang berhenti di laut depan Pelabuhan Penyeberangan Sungai Dua dengan menurunkan dua orang penumpang yang tidak dikenal beserta barang bawaan ke kapal motor (pompong) tanpa nama. 

Kemudian kedua penumpang adalah para tersangka turun di Pelabuhan Sungai Dua, membawa barang yang dicurigai ilegal sampai ke Kota Bengkalis tepatnya di Jalan Dipenogoro. Petugas melakukan pemeriksaan dan ratusan ponsel itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan tuduhan tindak pidana berlapis, Pasal 104 UU Nomor 7/ 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 8 ayat 1 huruf a dan j UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 52 UU Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi.***(dik)

Foto : Irvan R Prayoga, S.H, JPU Kejari Bengkalis

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang