Senin, 20 Januari 2020 20:30

Beri Motivasi Para Penghapal Al Quran, Syaikh dari Palestina Ini Sambangi Sejumlah Masjid di Riau

Komunitas Mulia Berbagai Indonesia (MBI) mendatangkan Syaikh Ahmed Abdul Nasir Ashofady dari Palestina untuk memotivasi dan menginspirasi para penghapal Al Quran di Riau, 16-19 Januari lalu.

PEKANARU-Riauterkini-Puluhan murid Rumah Tahfidz Aldo Salam membaur bersama relawan Pekanbaru Charity dan ratusan jamaah di Masjid Syuhada Pandau, Selasa (13/1/2020) untuk mendengarkan syahdunya lantunan ayat suci Al Quran yang diucapkan Shaikh Ahmad Abdul Nasir Ashofady yang berasal dari Gaza, Palestina.

Di kesempatan berikutnya, isak haru juga menyelimuti Masjid Al-Ikhlas, Blok AA, Pandau yang dipadati jamaah. Mereka juga memperlihatkan rasa antusias dan cinta kepada salah satu tempat ibadah yang paling dicintai umat Islam itu, yaitu Masjidil Aqso.

Syaikh Ahmad Abdul Nasir ternyata telah hafidz 30 juz. Istimewanya, hafidznya telah bersanad sampai ke Rasulullah SAW semenjak usianya 13 tahun. Selain itu, ia juga mampu menirukan irama 25 qori internasional. Hal inilah yang menjadikannya istimewa, ditambah dengan keramahannya dalam merespon setiap pertanyaan jamaah. Para murid tahfidz pun antusias ingin menggali ilmu dari syaikh yang masih sangat muda ini.

“Tujuan utama kita meminta Beliau dan tim hadir di masjid-masjid kita di Pandau ini adalah sebagai pemberi motivasi dan inspirasi yang nyata dan langsung untuk anak-anak kita. Bayangkan, mereka tinggal di suatu negeri yang sama-sama dicintai ummat Islam, yang berada dalam penjajahan namun tetap mampu membawa Alquran sebagai tuntunan hidup dan terus menghapalnya hingga 30 juz. Ini adalah teladan yang luar biasa bagi anak-anak kita yang tengah belajar dan menghapal Alquran. Kami sangat bersyukur atas kedatangan beliau dan tim MBI,” ungkap Lexie Wahyuni, salah satu founder Pekanbaru Charity.

“Bisa nih kita bawa ke rumah tahfidznya (RT Aldo Salam Pandau, red) Mbak Lexie. In syaa Allah kami akan safari keliling Riau dari tanggal 16 hingga 19 Januari,” begitu isi pesan dari Agus Saputra yang mengurusi kehadiran shaikh ini mulai dari kedatangan di Pekanbaru hingga pengaturan jadwal kunjungan ke masjid atau ma’had.

“Meski tak sanggup berjuang langsung untuk pembebasan Palestina, kami berharap masyrakat Pekanbaru dapat berjuang dengan doa dan hartanya. Selain itu MBI berharap bisa menjadi lembaga filantropi internasional yang focus pada kemanusiaan dan keummatan,” lanjut Agus.

MBI memberi kesempatan bagi masyarakat Riau untuk ikut berkontribusi membantu saudara kita di Palestina dengan membuka donasi. MBI juga telah memberi momen yang sangat berguna bagi masyarakat dalam mengetahui fakta mengenai Masjidil Aqso saat ini.

“Setiap peringatan peristiwa Isra dan Miraj, pada umumnya para da’i dan ustadz hanya mengingatkan mengenai bagaimana Rosulullah SAW menjemput perintah solat yang menjadi kewajiban setiap umat Islam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso dan berangkat dengan Buraq ke Sidratul Muntaha, namun sangat jarang mengungkap sejarah luar biasa dari Masjidil Aqso yang selayaknya juga mendapat perhatian ummat ini. Karena Masjidil Aqso merupakan satu dari tiga masjid yang Rasulullah perintahkan bagi kita ummatnya untuk didatangi,” papar Ustadz Rizal Maulana yang sekaligus merupakan penerjemah bagi Shaikh Abdul Nasir Ashofady.

Rangkaian tabligh akbar Shaikh Ahmed di Riau ditutup dengan hadir di tengah jamaah subuh Masjid Al Hidayah Aur Kuning, Kecamatan Marpoyan, Senin (20/01/2020). Di setiap kunjungan ke masjid itu, MBI dan shaikh ini mengumpulkan donasi ummat untuk saudara muslim di Palestina. Bagi siapapun yang ingin membantu perjuangan saudara kita, dipersilahkan mendatangi MBI yang berkantor di Simpang Tabek Gadang Panam, atau chat WA Pekanbaru Charity di 085274979336.*(rilis)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang