Selasa, 14 Januari 2020 18:19

Pegang Pistol Rakitan Saat Keributan, Pria di Kabun ini Ditangkap Polisi Rohul

Diduga menujukkan pistol rakitan saat sedang ribut dengan adiknya, warga Desa Kabun‎ ditangkap polisi di rumahnya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Seorang pria di Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ditangkap polisi setempat karena diduga memiliki senjata api (Senpi) rakitan tanpa izin.

Pria berinisial MA (26 tahun) berprofesi swasta ini ditangkap anggota Polsek Kabun di rumahnya di Desa Kabun pada Senin siang (13/01/2020) sekira pukul 12.30 WIB.‎

Kapolres Rokan Hulu AKBP Dasmin Ginting, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Feri Fadli, menerangkan selain menangkap tersangka MA, anggota Polsek Kabun turut menyita sepucuk Senpi rakitan laras pendek atau pistol warna hitam, serta 1 butir peluru aktif.

Ipda Feri mengungkapkan penangkapan tersangka MA berawal Senin (13/01/2020) sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu, Kanit Reskrim Polsek Kabun Ipda Edi Candra mendapat informasi bahwa terjadi keributan di rumah pelaku MA.

Saat MA sedang cekcok dengan adiknya bernama Khairunas, diduga tersangka memegang senjata api. Hal itu dilihat oleh adiknya dan seluruh keluarga yang ada di rumah tersebut.‎

Mendapatkan informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kabun Ipda Edi Candra, bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel, serta personel Polsek Kabun langsung mendatangi TKP, mengamankan informasi tersebut.

Pasca pelaku diamankan, polisi menggeledah dalam kamar pelaku MA, namun senjata diduga Senpi rakitan tidak ditemukan.

Setelah dibujuk Kanit Reskrim Polsek Kabun agar kooperatif, tersangka MA bersedia menunjukkan Senpi rakitan yang disimpannya di dasbor mobilnya.

"Dari dalam mobil pelaku ditemukan satu pucuk senjata api rakitan laras pendek yang disembunyikan pelaku di dalam saringan hawa Ranmor roda empat merk Mitsubishi Lancer milik pelaku yang terparkir di halaman rumahnya," ungkap Ipda Feri, Selasa (14/01/2020).

Ipda Feri menuturkan atas kejadian tersebut MA beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolsek Kabun guna proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tambah Ipda Feri, tersangka MA terancam dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.***(zal)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang