Selasa, 14 Januari 2020 17:42

Kadivpas Kumham Wilayah Riau Diperiksa Polda Jatim

Kepala Divisi Paskanwil (Kadivpas) Kumham Wilayah Riau, Maulidi Hilal diperiksa Ditreskrimsus Polda Jatim. Pemeriksaan ini dilakukan di Ditreskrimsus Polda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Selasa (14/01/20) tim Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa Kepala Divisi Paskanwil (Kadivpas) Kumham Wilayah Riau, Maulidi Hilal di gedung Ditreskrimsus Polda Riau. Ia di periksa terkait keterlibatannya dengan investasi bodong MeMiles yang saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Poda Jawa Timur.

Proses pemeriksaan ini dibenarkan oleh Dirkrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arief Setyawan yang hadir langsung di gedung yang beroperasi di jalan Gajah Mada Pekanbaru itu. "

"Ini kan, pemeriksaan dasarnya adalah pemeriksaan terdahulu, termasuk pencarian jejak digital," katanya.

"Sebelumnya ada muncul di sosial media mengenai testimoni yang disampaikan oleh yang bersangkutan (mengenai investasi bodong MeMiles)," tambahnya.

Jelas Gideon, dari pemeriksaan diketahui Maulidi pernah dua kali melakukan top up di investasi ilegal itu. Bahkan hingga mendapatkan dua unit mobil yang saat ini disita polisi.

"Kita mendapatkan dua unit mobil. Satu disini dan satu lagi di Jakarta. Yakni Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero," tuturnya.

Dijelaskan mantan Dirkrimsus Polda Riau itu, sesuai komitmen penyidikan yakni mengembalikan aset masyarakat sebanyak-banyaknya, maka semua reward dalam investasi tersebut dihentikan dan di kembalikan dalam proses penyidikan.

"Sampai saat ini masih saksi," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya Polda Jatim telah membongkar investasi bodong ini. Omsetnya mencapai Rp750 juta hanya dalam waktu 8 bulan.

Dimana investasi ini dimanfaatkan oleh korporasi PT Kam and Kam menggunakan aplikasi online. Sementara itu, ada dua tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Yakni KTM (47) dan FS (52). Sementara, barang bukti yang berhasil dikumpulkan saat ini berupa uang tunai sebesar Rp50 miliar, 18 unit mobil, 2 sepeda motor dan barang berharga lainnya.

Dimana delapan bulan berjalan, sekitar 240 ribu anggota berhasil direkrut.*(rul)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang