Sabtu, 14 Desember 2019 10:29

Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau

Ratusan nelayan di Bengkalis menerima alat untuk keselamatan pelayaran, life jacket atau jaket pelampung. Peralatan tersebut diserahkan oleh Dishub Riau.

Riauterkini-BENGKALIS- Dalam rangka kampanye keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau bersama Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis membagikan 100 buah alat keselamatan pelayaran berupa life jacket (jaket pelampung) kepada nelayan di Kecamatan Bengkalis, Jumat, (13/12/19).

Acara penyerahan jaket pelampung Dishub Provinsi Riau didampingi KSOP dan Dishub Kabupaten Bengkalis secara simbolis di Jalan Nelayan Pelabuhan Desa Ketam Putih, dihadiri puluhan nelayan setempat.

Kepala Dishub Riau, M. Taufiq diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Yulmaindri menyebutkan, bantuan berupa alat keselamatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan para nelayan. Penyerahan alat keselamatan ini bukan hanya di Kabupaten Bengkalis tetapi pada tahun 2017 sebelumnya juga dibagikan kepada nelayan di Kabupaten Indragiri hilir dan Kepulauan Meranti.

"Ada 100 buah akan di serahkan ke KSOP kemudian dibagikan ke nelayan," ungkap Yulmaindri kepada wartawan, Jumat (13/12/19) kemarin

Dari 100 buah jaket pelampung ini disebutkan Yulmaindri, sebanyak 60 buah dibagikan ke nelayan Desa Ketam Putih dan sisanya akan diserahkan ke KSOP untuk dibagikan ke nelayan yang ada di desa lainnya.

Menurutnya, keselamatan pelayaran adalah merupakan kebutuhan mutlak dan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari disiplin kerja dari diri sendiri.

"Para nelayan diharapkan untuk menaati aturan-aturan pelayaran demi menjaga keselamatan," pintanya.

Sementara itu, Kepala KSOP Bengkalis, Julharia diwakili Kepala Tata Usaha, Syafrizal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan jaket pelampung yang disalurkan ke nelayan dari Dishub Riau ini.

Kesempatan ini juga mengimbau seluruh pemilik kapal dan nelayan untuk menciptakan budaya pelayaran yang selamat dan memenuhi syarat minimum keselamatan, memiliki alat pemadam kebakaran, atau alat pompa ketika terjadi kebocoran.

"Kemudian memastikan kapal tidak melebihi muatan. Diharapkan kapal laik laut baik kapal penumpang maupun nelayan, memperhatikan cuaca demi keselamatan bersama. Menjaga kebersihan laut dan area pelabuhan serta tidak membuang sampah ke laut," imbau Syafrizal.

Ditambahkan, Kades Ketam Putih, Suhaimi, bahwa di desanya terdapat lebih kurang 45 orang yang berprofesi sebagai nelayan.

"Nelayan disini terdiri dari nelayan jaring dan juga gumbang, tentunya dengan adanya bantuan ini kami dari Pemerintah Desa menyambut baik. Dengan alat keselamatan tersebut, bisa membantu untuk keselamatan nelayan," tambah Suhaimi.***(dik)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang