Kamis, 12 Desember 2019 07:13

Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang

Tersangka korupsi dana hibah mantan Purek UIR segera disidang. Berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap.

Riauterkini-PEKANBARU- Abdullah Sulaiman, mantan Pembantu Rektor (PR) IV Universitas Islam Riau (UIR). Segera dalam waktu dekat akan menjalani persidangan di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Ia diadili atas dugaan korupsi dana hibah penelitian tahun 2011-2012 yang menjeratnya.

Abdullah yang berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau itu. Hari ini, Rabu (11/12/19) berkas berikut tersangkanya diserahkan penyidik kepada jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

“ Hari ini, berkas perkara UIR dengan tersangka Abdullah Sulaiman masuki proses tahap II untuk kita sidangkan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, yang didampingi Kasi Penuntutan Bidang Pidsus Kejati Riau, Hanjaya Chandra di Kejari Pekanbaru

Abdullah Sulaiman yang sebelumnya sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekanbaru. Selanjutnya tetap ditahan selama 20 hari kedepan. Dan jaksa penuntut akan melimpahkan berkas perkaranya ke pengadilan dalam waktu dekat.

“ Dalam perkara ini, 9 orang jaksa penuntut dipersiapkan. Yang mana jaksa penuntut tersebut merupakan gabungan jaksa dari Kejati dan Kejari, dan saya selaku Ketua Tim JPU. Perbuatan tersangka ini dijerat pasal 2 jo pasal 3 Undang Undang no 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi," terang Yuriza.

Dikatakan Yuriza, Abdullah Sulaiman diduga turut serta terlibat bersama Emrizal, bendahara penelitian dan Said Fhazli, sekretaris panitia yang juga menjabat Direktur CV Global Energy Enterprise (GEE). Yang mana keduanya dinyatakan bersalah dan divonis masing-masing empat tahun penjara.

Seperti diketahui, Korupsi bantuan dana hibah tahun 2011 hingga 2012, terjadi ketika pihak UIR mengadakan penilitian bersama Institut Alam dan Tamandun Melayu Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Lantaran tidak memiliki dana, UIR kemudian mengajukan bantuan dana ke Pemprov Riau dan mendapat dana Rp2,8 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun 2011-2012.

Dalam laporan kegiatan ditemukan adanya penyimpangan bantuan dana. Beberapa item penelitian sengaja di-mark up. Sehingga dirugikan Rp 1,5 miliar. ***(har)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang