Rabu, 11 Desember 2019 07:27

Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong

Seorang karyawan PT IKPP tewas mengenaskan. Tubuhnya terpotong-potong akibat tergiling mesin pemotong kayu.

Riauterkini-PERAWANG- Kecelakaan kerja terjadi di PT Indah Kiat Pull and Paper (IKPP) Perawang, Seorang karyawati bernama Marlisya (51) meregang nyawa setelah terlilit mesin giling pemotong kayu. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi terpotong-potong.

Diketahui sebelumnya, korban Marlisya pada insiden kecelakaan tersebut, masuk kerja shif malam hari sekitar pukul 23.00 Wib di bagian Wp2 pada Senin malam (9/12/19). Dimana korban sendiri diketahui tidak kelihatan oleh rekan kerja sekitar pukul 02.00 WIB seperti mana biasanya pada Selasa dini hari. Kemudian rekan-rekan Marlisya mencoba melakukan pencarian di sekitarnya.

Saat dilakukan pencarian ditemui, ternyata tubuh Marlisya telah terpotong-potong oleh mesin potong kayu dimana tempat ia bekerja. Mengetahui hal itu, kemudian insiden kecelakaan kerja tersebut segera di laporkan ke pihak perusahaan dan kepolisian . Sementara tubuh korban yang hancur, di kumpulkan kembali.

Setelah bagian tubuh yang hancur berhasil dikumpulkan, kemudian di bawa ke rumah sakit untuk di visum dan di mandikan. Diketahui bahwa korban atas nama Marlisya telah bekerja di PT IKPP Perawang sekitar 23 tahun. Lalu, jenazah korban Marlisya di kebumikan di pemakaman umum di Km 8 Perawang.

Terkait adanya insiden ini, Humas PT IKPP Armadi menyampaikan atas nama pihak perusahaan turut berduka cita atas kejadian kecelakaan kerja atas nama Marlisya itu.

"Kita saat ini masih melakukan investigasi penyebab kecelakaan tersebut. Dan untuk pesangon, asuransi dan dana lainnya akan tetap dipenuhi perusahaan," papar Armadi.

Armadi juga mengatakan bahwa pihak perusahaan telah memiliki regulasi dan SOP sesuai aturan seperti keamanan safety yang sudah sesuai prosedur.*(vila)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang