Jum’at, 6 Desember 2019 06:58

Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 

Pengacara tersangka begal payudara di Duri melayangkan protes. Menuding banyak kejanggalan dilakukan penyidik.

Riauterkini - DURI - Diduga banyak kejanggalan akan proses penyidikan pelaku asusila di Mapolsek Mandau, Bobson Samsir Simbolon SH dan Tim selaku Kuasa Hukum (KH) pelaku Husin, akhirnya angkat bicara. Menurut Bobson, pemberitaan melalui sejumlah media sangat merugikan kliennya.

Diantaranya kejanggalan itu, pelaku asusila Husin tidak pernah dilakukan penangkapan. Bahkan Husin sudah berada di Mapolsek Mandau sebelum ditahan untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap rekan kerjanya.

Selanjutnya, laporan dugaan tindak pidana asusila yamg disangkakan terhadap Husin dan dari saksi saksi yang diperiksa sebanyak 5 orang, ternyata diketahui tidak ada saksi yang menyaksikan bahwa Husin lah yang melakukan tindak pidana asusila itu dan dasar penetapan tersangka terhadap Husin hanya berdasarkan asumsi yang menghubungkan antara pendapat saksi saksi dengan pakaian yanh dikenakan Husin pada saat berada di Kantor Polisi serta terjadinya tindak pidana asusila yang dialami korban, pihak korban tidak langsung melaporkannya ke Polisi dan justru berselang beberapa jam setelah kejadian, pihak korban datang bersama dengan suami, ipar dan rekannya mendatangi tempat kerja pelaku, mengamuk menuduh sejumlah rekan pelaku hingga terjadi pengeroyokan.

"Usai dikeroyok, rekan pelaku melaporkan peristiwa itu dan kemudian disusul laporan dari orang lain akan kasus asusila dan menuduh pelaku Husin sebagai pelakunya,"ujar Bobson.

Setelah terjadinya pengeroyokan, tambah Bobson, korban tidak dapat memastikan siapa gerangan pelaku diantara seluruh orang yang ada di Tempat kejadian Perkara (TKP) dan termasuk pelaku Husin bukan pelakunya seperti pengakuan korban.

"Akhirnya, kerabat Husin memjnta agar seluruh yang berada ditempat tersebut bersama ke Polsek Mandau dan setelah tiba di Polsek, barulah korban membuat laporan dan menuduh pelaku Husin sebagai aktor tindak asusila itu. Sementara pelaku Husin ikut ke Polsek hanya untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dialami rekannya oleh suami dan ipar korban. Kami hanya minta keadlian akan kasus ini agar semua terang benderang dimata publik,"pintanya.

Menanggapi tudingan Kuasa Hukum pelaku, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Haryadi saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan pesan singkat ponselnya mengatakan jika seluruh pihak sah sah saja berasumsi dan berpendapat, namun untuk ranah penyidikan dalam perkara tersebutadalah wewenang penyidik dan sesuai dengan ketentuan yang ada." Artinya, semua yang dilakukan penyidik itu, kita pastikan sesuai dengan ketentuan yang ada,"jelasnya.*(Tim)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang