Kamis, 5 Desember 2019 12:39

Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai

Kantor DPMPTS Kota Dumai dijaga polisi. Sementara sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan.

Riauterkini-DUMAI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Jalan HR Subrantas Kota Dumai, Kamis (5/12/19).

Lembaga anti rasuah itu hingga kini masih berlangsung melakukan penggeledahan. Informasi yang dirangkum di lapangan, sekitar enam orang penyidik KPK tiba sekitar Pukul 08.30 WIB dikantor DPMPTSP Kota Dumai.

Mereka mengenakan rompi berwarna krem muda bertuliskan KPK di bagian belakang, terlihat mondar dan mandir di ruangan Kepala DPMPTSP. Petugas KPK terlihat melakukan pemeriksaan diruang kerja Kepala Dinas DPMPTSP Dumai.

Penggeledahan mendapatkan pengawalan petugas bersenjata dari Polres Dumai. Sejumlah media belum boleh masuk ke dalam ruangan saat petugas dari KPK melakukan pemeriksaan.

Hingga berita ini di muat belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi terkait dugaan pemeriksaan dan penggeledahan Kantor DPMPTSP Kota Dumai. Bahkan Kepala DPMPTSP Dumai Hendri Sandra tak dapat dikonfirmasi melalui telpon selulernya perihal penggeledahan di ruang kerjanya tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya KPK menetapkan Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan ZAS (Zulkifli Adnan Singkah), Wali Kota Dumai 2016-2021 sebagai tersangka pada 2 perkara. Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 Kota Dumai.

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Walikota Zulkifli As sudah beberapa kali di periksa sebagai tersangka. Sebelumnya KPK telah mengeledah kantor PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, RSUD,Kantor Walikota, LPSE, serta kediaman Walikota Dumai.

Bahkan usai ditetapkan tersangka, Walikota Dumai Zulkifli As kini posisinya dicekal oleh KPK agar tidak bisa berpergian keluar negeri dalam rangka untuk mempermudah pemeriksaan atas kasus yang menjeratnya tersebut.*(had)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang