Kamis, 21 Nopember 2019 10:58

Polres Inhil Periksa Saksi Kebakaran Lahan di PT Pulau Sambu Kuala Enok

Sejumlah saksi dipanggil Polres Inhil. Diperiksa dalam kebakaran lahan di PT Pulau Sambu Kuala Enok.

Riauterkini-TANAH MERAH-Pihak Kepolisian Resor (Polres) Indragiri melakukan penyelidikan kebakaran lahan di areal milik PT Pulau Sambu di Kecamatan Tanah Merah. Beberapa saksi sudah diperiksa polisi.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing membenarkan adanya penyelidikan pihak kepolisian atas kebakaran lahan milik PT Pulau Sambu ini.

"Sementara masih kita periksa saksi-saksi lewat Reskrim Polsek (Tanah Merah), " ungkap Indra.

Sedangkan mengenai kemungkinan adanya tersangka, baik dari masyarakat maupun perusahaan, baru dapat disampaikan nanti setelah selesainya dilakukan pemeriksaan saksi.

Informasi yang diperoleh, kebakaran lahan milik perusahaan kelapa ini terjadi di Sungai Pinang, Parit 6A dan 6B, Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Minggu (17/11/19).

Akibatnya, para personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar) serta Masyarakat Peduli Api (MPA) saat itu harus berjibaku bersama-sama melaksanakan pemadaman dan pendinginan serta membuat pembatas lahan agar api tidak menjalar ke lahan lahan kosong lainnya.

Dalam upaya pemadaman dan pendinginan tersebut, turut dikerahkan 3 unit mesin perusahaan, 40 buah selang isap, dan 6 gulung selang besar.

Sulitnya pemadaman dikarenakan akses jalan untuk sampai ke lokasi disini lumayan sulit, yaitu harus melewati jalur air. Kedua, lahan yang merupakan tanah gambut dapat menimbulkan sekam yang masih membara apabila tidak didinginkan dengan segera. Dan yang terakhir adalah sumber air untuk melaksanakan hal tersebut sangat sedikit dan hal itu yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan pemadaman ini.

Untuk diketahui, luas lahan yang terbakar tersebut lebih kurang 10 hektar dan munculnya awal titik api serta pelaku yang menyebabkan lahan tersebut terbakar masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.

Sebagai catatan, perusahaan bertanggung jawab menjaga areal perkebunan mereka dari bahaya kebakaran lahan, jika sampai terjadi kebakaran di lahan mereka, baik sengaja maupun tidak disengaja maka mereka dapat dikenai sanksi administrasi dan pidana.

Sedangkan Humas PT Pulau Sambu, Ahlim Ginting tidak menjawab panggilan telepon dari wartawan yang mencoba mengkonfirmasi kejadian kebakaran lahan di areal perusahaan PT Pulau Sambu tersebut. Short message service (SMS) yang berisi permintaan tanggapan perusahaan atas kebakaran lahan ini juga tidak dibalas.***(mar).


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang