Senin, 18 Nopember 2019 22:02

Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Berbagai inovasi dikembangkan Lapas Bengkalis dalam rangka meningkatkan pelayanan. Setahun 5 penghargaan berhasil diraih.

Riauterkini-BENGKALIS- Kurun waktu lebih kurang setahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis meraih penghargaan berbagai kategori. Hasil tersebut merupakan upaya Lapas ini dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat termasuk narapidana (napi) atau warga binaannya sendiri.

Penghargaan tersebut yaitu, pelayanan publik berbasis hak asasi manusia (HAM), penghargaan secara individu sebagai Kepala Lapas Kreatif dan Inovatif dalam Melaksanakan Tugas.

Kemudian, Lapas Kelas IIA Bengkalis sebagai Kategori UPT Terbaik Dibidang Informatif, lalu penghargaan keempat adalah upaya penggagalan peredaran narkotika, dan beberapa waktu lalu diserahkan penghargaan dari Kantor Wilayah (Kanwil) sehubungan dengan masuknya nominasi wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

"Alhamdulillah, sejak saya bertugas di Lapas ini terhitung sejak 21 Oktober 2018 sampai dengan sekarang sudah meraih lima penghargaan yang berhubungan dengan pelayanan," ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Maizar kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/11/19) siang.

Dibagian lain Maizar juga menyebutkan, pihaknya sedang membuat terobosan berupa inovasi baru, self service atau maksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Sebelumnya dikenal dengan sebutan "Wak Atan Beres" (waktunya awak tanya bebas dan remisi) menggunakan sidik jari napi atau warga binaan, namun kedepan juga akan dibuat sidik jari terhadap pengunjung khusus dari keluarga inti napi.

"Di luar akan disediakan dengan menggunakan sidik jari dari keluarga inti dan terkoneksi dengan sistem. Keluarga bisa langsung melihat kapan suami, istri, anak, atau adiknya kapan bebas atau mendapatkan remisi," kata Maizar lagi.

Kemudian sambungnya, Lapas Bengkalis mulai Selasa (19/11/19) juga akan menyediakan barcode untuk layanan survei indeks kepuasan masyarakat dan indeks persepsi korupsi. Pengunjung bisa menggunakan ponselnya memindai barcode dan bisa mengisi survei kemudian hasilnya langsung dikirim ke Balitbang di Jakarta.

"Pengunjung juga kami imbau untuk memberikan penilaiannya terhadap layanan di Lapas Bengkalis. Dan untuk surve pengunjung ini, akan mulai diterapkan mulai besok," imbuh Maizar.***(dik)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang