Jum’at, 15 Nopember 2019 13:10

BRK Pangkalankerinci Jelaskan  Salah Input Penyaluran Gaji Guru di Pelalawan

Terjadi salah input data gaji guru PNS Pemkab Pelalawan. Begini penjelasan BRK Cabang Pangkalankerinci.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pimpinan Cabang (Pincab) Bank Riau Kepri (BRK) Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan TM Fadhly Kholis tidak membantah terkait salah input terhadap penyaluran gaji sejumlah guru dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik).

Salah input itu kata dia hanya terjadi di lima puluhan rekening. Tidaklah, seperti yang diungkapkan ketua PGRI Kabupaten Pelalawan mencapai delapan ratusan rekening.

Salah input itu terjadi, tegasnya, kepada pemilik rekening, memiliki kesamaan nama. "Berkisar lima puluhan rekening, bukan ratusan rekening dan semuanya, sudah kita atasi. Jika itu terjadi di ratusan rekening pasti ramailah, kantor kini ini dan sejauh ini tidak terjadi," terang TM Fadhly Kholis kepada riauterkini.com, Jumat (15/11/19).

Ia mengungkapkan pada bulan sebelumnya,  tidak terjadi kesalahan salah input seperti yang terjadi pada bulan ini. Sebab pada bulan sebelumnya, pihaknya memberdayakan bendahara SKPD masing-masing. "Sebelumnya, bendahara yang kita berdayakan itu, kita beri jasa penagihan," tegasnya.

Namun setelah ada pertemuan dengan KPK bersama BRK dan dipertegas surat Gubernur Riau, Fadhly Kholis menambahkan dalam pertemuan itu melarang pihaknya, untuk memberikan jasa penagihan kepada bendahara masing-masing SKPD.

"Dengan larangan KPK ini, kita hentikan, pemberian jasa penagihan lantaran disebut-sebut ini bagian dari gratisifikasi. Jadi kami kira kawan-kawan di Disdik bulan ini masih mau membantu melakukan penagihan, rupanya tidak. Barang kali terjadi miskomunikasi dengan dinas pendidikan, setelah kita salurkan ternyata kita hanya terima pembayaran gaji kotor, tanpa ada pemotong-pemotongan seperti bulan terdahulu," ujarnya.

Proses penyaluran gaji setelah menerima data glondongan dari dinas pendidikan kata Fadhly memakan waktu tiga hari tiga malam. Dimana dilakukan secara manual sebanyak dua ribuan lebih rekening "Yang salah input itu hanya terjadi di 50an rekening dan semuanya sudah kita atasi," bebernya.

Dari lima puluhan sudah diselesaikan, kata Fadhly tinggal beberapa orang lagi yakni sebanyak 10 orang lantaran dana yang masuk kerekening dia sudah terlanjur ditarik.

"Kepada nasabah yang sudah terlanjur melakukan penarikan rekening ini, kita coba untuk melakukan pendekatan secara persuasif, supaya bisa diselesaikan kembali," tandasnya.***(feb)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang