Kamis, 14 Nopember 2019 18:21

Disdikpora Rohul Evaluasi Kegiatan DAK 2019, Sampai November Realisasi Diatas 50 Persen

Hasil evaluasi dilakukan Disdikpora Rohul, realisasi kegiatan fisik yang bersumber‎ dari DAK tahun anggaran 2019 sudah ada yang diatas 50 persen.

Riauterkini-‎PASIRPANGARAIAN- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengevaluasi seluruh kegiatan yang dibantu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019, baik kegiatan fisik maupun pengadaan.

Evaluasi kegiatan DAK 2019 dibahas Disdikpora Rohul bersama pihak sekolah di Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan SD tahun anggaran 2019 di Gedung Dharma Wanita Persatuan, Pasirpangaraian, Kamis (14/11/2019).

Kepala Disdikpora Kabupaten Rohul Ibnu Ulya, melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdikpora Rohul Tomi‎, mengatakan bantuan DAK tahun 2019 diterima melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bidang pendidikan SD.

Bantuan DAK 2019 yang diterima Kabupaten Rohul sekira Rp 17 miliar dengan 121 paket kegiatan, untuk 105 SD Negeri. Bantuan bukan hanya untuk kegiatan fisik saja, namun ada juga kegiatan pengadaan yang dilelang melalui LPSE maupun penunjukan langsung.

‎Tomi mengungkapkan pada Rakor dan evaluasi sehari diketahui, realisasi DAK 2019 kegiatan yang dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dan masyarakat sudah ada yang diatas 50 persen sampai November 2019.

Tomi mengatakan bantuan DAK 2019 bidang pendidikan SD yang dipakai untuk kegiatan fisik, seperti rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB)‎, pembangunan MCK, rehabilitasi dan pembangunan jamban SD, pembangunan ruang inklusif untuk penyandang disabilitas, dan lainnya.

"Tujuan rapat koordinasi dan evaluasi ini adalah untuk evaluasi kegiatan yang sudah kita lakukan di tahap-tahap awal," jelas Tomi.

Dari 121 paket yang sudah dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah masing-masing, realisasi sebagai besar dari kegiatan di lapangan sudah di atas 50 persen.

Tomi optimis kegiatan yang didanai DAK 2019 ini selesai sebelum akhir Desember 2019 yang tersebar di 105 SD.‎

"Insya Allah (realisasi) tercapai‎," optimisnya.

‎Tomi mengharapkan bantuan DAK digunakan sesuai peruntukannya, sehingga dengan terbangunnya fisik sekolah, baik itu RKB, ruang inklusif, jamban, dan lainnya, akan meningkatkan proses belajar mengajar di pendidikan SD.

"Sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan aman, lancar dan sesuai dengan harapan kita untuk memajukan bidang pendidikan," pungkas Tomi.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang