Selasa, 12 Nopember 2019 12:32

PT Astra Agro Lestari Gelar Talk Show Gambut untuk Milenial

Kelestarian gambut menjadi tantangan di masa depan. Perlu adanya edukasi kepada kaum milenial tentang pengelolaan kawasan gambut.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk lebih memperkenalkan gambut kepada kaum milenial, PT Astra Agro Lestari menggelar Talkshow dan Expo Gambut dengan tema 'Edukasi Tata Kelola Gambut dan Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit sebagai Program Keberlanjutan Kelestarian Lingkungan untuk Indonesia Maju', Selasa (12/11/19).

Acara yang digelar di aula PT Kimia Tirta Utama, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari di Siak ini mengundang belasan siswa dan siswi dari berbagai sekolah di tingkat SD, SMP hingga SMA di lingkungan PT KTU dan sekolah di perusahaan di group Astra Agro Lestari. Turut hadir, Santobri dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Deasy Efnidawesti dari Badan Restorasi Gambut (BRG), Sufiandi Sabiham dari Himpunan Gambut Indonesia (HGI), Disdik Siak dan tokoh masyarakat Siak.

Sosial Engagement Education at Office PT Astra Agro Lestari, Intan Nurcahayani mengatakan bahwa berawal untuk memberikan informasi pada anak anak petani sawit mengenai lingkungan dimana mereka tinggal. Tujuannya adalah agar anak anak petani sawit mengerti mengenai lingkungan dimana mereka tinggal dan beraktivitas.

Pemahaman mengenai lingkungan di perkebunan sawit itu dinamakan Pendidikan Lingkungan Kelapa Sawit (PLKS). PLKS sudah menjadi muatan lokal yang diakui oleh Kemendikbud.

PLKS bermuatan lokal berisi Pelestarian Lingkungan, Melindungi Keanekaragaman Hayati, Pengenalan Tanaman Sawit, Mengetahui dan Memahami Lingkungan Perkebunan.

Administratur PT KTU, Ahmad Zulkarnain mengatakan bahwa talkshow ini adalah memberikan edukasi kepada kaum milenial mengenai gambut. Tujuannya adalah selain memberikan informasi mengenai gambut, juga membentuk karakter kaum milenial untuk peduli terhadap lingkungan, terutama gambut.

"Tantangan ke depan adalah kerusakan lingkungan terutama di kawasan gambut. Dengan kegiatan edukasi ini kaum milenial akan mengerti dan mampu mengelola kawasan gambut dan memelihara gambut agar tidak terjadi kerusakan gambut," terangnya.

Sufiandi Sabiham dari Himpunan Gambut Indonesia (HGI) mengatakan bahwa sawit itu ketebalannya di atas 40 cm. Sedangkan tanah dengan tumpukan ranting, daun dan akar yang ketebalannya dibawah 40 cm, itu bukan dinamakan gambut.

"Isu saat ini adalah terjadi penurunan kawasan gambut. Itu bukan gambutnya berkurang. Tetapi gambut mengalami pemadatan sehingga terjadi penurunan permukaan kawasan gambut," terangnya.

Kompartemen Sustainable Gapki Riau, Santobri mengatakan dukungannya terhadap program Astra Agro Lestari melalui anak perusahaannya, PT KTU dalam upayanya memberikan edukasi mengenai gambut dan sawit kepada anak anak mida kaum milenial.

"Program PT Astra Agro Lestari mengedukasi anak milenial mengenai gambut dan lingkungan kebun sawit sesuai dengan program kerja dari Gapki Riau yang memang ingin mengedukasi masyarakat luas mengenai keberadaan sawit untuk masa depan," terangnya.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang