Sabtu, 9 Nopember 2019 11:29

Utang Material Rp2,874 M, JPU Kejari Bengkalis Akan Dalami Tersangka Baru

Kasus utang Rp2,874 miliar melibatkan mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Dari persidangan terungkap, turut bertanggungjawab direktur perusahaan.

Riauterkini-BENGKALIS- Setelah melalui persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, mendengarkan sejumlah saksi kasus dugaan tidak membayar utang senilai Rp2,874 miliar menyeret mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bengkalis, Mohd. Daniel, dengan modus penipuan kepada Toko Bangunan Timur Jaya, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

Dari persidangan Kamis (7/11/19) kemarin dengan menghadirkan saksi dari Direktur PT. Harapan Tri Guna (HTG), Hendra Tedi Gunawan sempat berbelit-belit dan lepas dari tanggung jawab apa yang telah terjadi.

Terdakwa Mohd. Daniel hanya sebagai "peminjam" dan seluruh kegiatan proyek yang dikerjakan mengatasnamakan perusahaan dengan direktur Hendra tersebut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum(Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Iwan Roy Charles, S.H mengatakan, bahwa sesuai fakta dipersidangan kemarin tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman, apakah akan muncul tersangka baru apa tidak.

“Terkait hal akan muncul tersangka baru, bisa saja terjadi. Namun kami tetap selektif dan profesional dalam menangani dugaan penipuan ini, agar jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan," ungkapnya, Jumat (8/11/19) kemarin.

Sebelumnya, sidang perkara ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Annisa Sitawati, didampingi dua hakim anggota Mohd. Rizky Musmar dan Aulia F. Widhola. Sedangkan terdakwa Mohd. Daniel kuasa hukumnya Khairul Majid‎, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Eriza Susila.

Sidang ini akan dilanjutkan pada Rabu (13/11/19) pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.***(dik)

Foto : Sidang perkara utang Rp2,874 miliar dengar terdakwa mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bengkalis.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang