Kamis, 7 Nopember 2019 15:10

Polsek Rupat Dipraperadilankan,
Tim Advokasi Polres : Penangkapan Tersangka Pengedar Sabu Sudah Penuhi SOP

Penangkapan tim penyidik Polsek Rupat terhadap seorang tersangka dengan aksi penembakan sudah sesuai SOP. Kasus ini dipraperadilankan ke PN Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Tim Advokasi Polres Bengkalis menegaskan, bahwa tindakan penyidik dari Polsek Rupat menangkap seorang tersangka, AA (29), warga Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis awal Oktober lalu, diduga terlibat penyalahgunaan barang haram jenis sabu, sudah melalui standar operasional prosesur (SOP).

Termasuk barang bukti yang ditemukan dari hasil penggeledahan juga disaksikan oleh pelaku, penyidik dan masyarakat setempat yang dipercaya.

"Dan jika diperlukan dalam persidangan nanti, masyarakat yang ikut menyaksikan akan kami hadirkan dalam persidangan," ungkap Ipda Hasan Basri, Tim Advokasi Polres Bengkalis kepada wartawan usai sidang dengan agenda jawaban Termohon terhadap Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Kamis (7/11/19).

Tim Advokasi Polres Bengkalis juga menyatakan, bahwa petugas di lapangan sudah melaksanakan tugas berdasarkan Undang-undang Nomor 8/1981 tentang KUHAP,  kemudian juga sudah mengacu kepada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6/2019, aparat sudah melaksanakan tugas sebagaimana dalam ketentuan.

"Dan semua yang dibunyikan oleh Pemohon sudah kami berikan jawaban. Bahwa penyidik Polsek Rupat, bekerja dengan baik dan tidak ada melakukan hal-hal yang sifatnya merugikan kepada orang lain atau kepada pelaku itu sendiri," katanya lagi.

"Sekali lagi, dapat kami sampaikan bahwa tim yang bertugas di lapangan dan terpaksa mengeluarkan senjata api itu sudah sesuai dengan SOP," imbuhnya seraya menyebutkan kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis atau tahap untuk segera disidangkan.

Sebelumnya diinformasikan, Warga Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat berinisial AA (29) ditangkap petugas Polsek Rupat mengajukan praperadilan terkait prosedur penangkapan yang diyakini tidak sesuai dengan SOP ke PN Bengkalis.

Permohonan praperadilan tersangka AA dibacakan kuasa hukumnya, Sabarudin, S.H bersama tim di hadapan hakim tunggal Annisa Sutawati, S.H di ruang sidang Kartika PN Bengkalis dan kuasa termohon.

Menurut kuasa hukum tersangka, dalam permohonannya berkeyakinan seluruh prosedur baik proses penangkapan, penahanan dan  pengeledahan dan penyitaan dilakukan penyidik tidak sah dimata hukum. Karena dilihat secara formil dan proses penangkapan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan barang bukti yang mengada-ada.***(dik)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang