Rabu, 6 Nopember 2019 19:52

Diduga Langgar HAM, Polsek Rupat, Bengkalis Digugat Tersangka Kasus Narkoba

Ditangkap, seorang tersangka diduga terlibat penyalahgunaan barang haram praperadilankan petugas Polsek Rupat ke PN Bengkalis. Alasannya melanggar HAM.

Riauterkini-BENGKALIS- Warga Kelurahan Terkul Kecamatan Rupat berinisial AA (29) yang ditangkap petugas Polsek Rupat awal Oktober 2019 lalu mengajukan praperadilan terkait prosedur penangkapannya yang diyakini tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kepolisian ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Praperadilan tersebut telah memasuki sidang perdana di PN Bengkalis, Rabu (6/11/19) tadi pagi.

Permohonan praperadilan tersangka AA dibacakan kuasa hukumnya, Sabarudin, S.H bersama tim di hadapan hakim tunggal Annisa Sutawati, S.H di ruang sidang Kartika PN Bengkalis dan kuasa termohon.

Menurut Sabarudin, dalam permohonannya berkeyakinan seluruh prosedur baik proses penangkapan, penahanan dan  pengeledahan dan penyitaan dilakukan penyidik tidak sah dimata hukum. Karena dilihat secara formil dan proses penangkapan melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Kami tidak persoalkan masalah penegakan hukum, hanya prosesnya yang kami minta harus mengedepankan hak asasi manusia," katanya.

Sabarudin juga menyebutkan, dilihat dari proses penangkapan aparat Polsek Rupat tersebut, mengambarkan upaya penangkapan dilakukan seperti kejar-kejaran dengan tersangka layaknya sebuah adegan film aksi. Padahal pada kenyataannya tidak seperti yang mereka gambarkan.

Bahkan dalam penangkapan dilakukan ada delapan kali tembakan terhadap kendaraan kliennya. Padahal dalam melakukan tembakan, personel Polri diatur dalam Peraturan Kapolri.

"Setelah kami lihat sampai delapan kali tembakan ini, tidak sesuai dengan SOP yang ada. Apalagi keterangan klien kami dalam kendaraannya saat penangkapan ada anak kecil yang merupakan anak tersangka," terang dia.

Selain itu Sabarudin mengatakan, dalam penangkapan tersebut ditemukan narkoba. Namun, kenyataannya dari kliennya mengatakan barang bukti yang ditemukan "tempelan".

Setelah pembacaan permohonan ini, hakim yang memimpin sidang melakukan penundaan sidang selanjutnya, yakni mendengar jawaban dari termohon yakni  Polsek Rupat. Dimana jawaban akan dibacakan pada Kamis besok.

"Sidang dilanjutkan besok untuk mendengar jawaban termohon," tambahnya.***(dik)

Foto : Sidang perdana praperadilan Polsek Rupat.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang