Senin, 4 Nopember 2019 17:03

Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen

Jika di perkotaan di Riau alami deflasi, di pedesaan di Riau justru mengalami inflasi. Inflasi di pedesaan di Riau sebesar 0,17 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Pada Oktober 2019, terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Riau sebesar 0,17 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau.

Demikian diungkapkan Kepala BPS Riau, Misparuddin, Senin (4/11/19). Menurutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi Riau pada Oktober 2019 sebesar 95,45. Angka ini naik 0,06 persen dibanding September 2019 yang hanya 95,39.

Meski mengalami kenaikan, NTP sebesar 95,45 tetap diartikan petani secara umum mengalami defisit.

"Penyebab kenaikan NTP disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen relatif lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,17 persen," ujarnya.

Kenaikan NTP di provinsi Riau pada Oktober 2019 menurutnya terjadi pada dua subsektor penyusun NTP yaitu subsektor tanaman pangan dengan kenaikan sebesar 1,18 persen dan subsektor perikanan dengan kenaikan 0,50 persen.

"Sebaliknya pada 3 subsektor penyusun lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor hortikultura turun sebesar minus 0,49 persen subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar -0,09 persen dan subsektor peternakan turun sebesar -0,13 persen," terangnya Misparuddin.

Ia mengatakan, pada Oktober 2019 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, ada 6 provinsi yang mengalami kenaikan NTP dan 4 provinsi yang mengalami penurunan NTP.

"Kenaikan NTP tertinggi terjadi di provinsi NAD yaitu sebesar 1,22 persen. Sebaliknya NTP provinsi Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar yaitu -0,59 persen. Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6," pungkasnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang