Jum’at, 1 Nopember 2019 13:08

KLHK RI Gelar Sinergi Peran Laboratorium Dukung Early Warning System Bencana Lingkungan

Digelar sinergi peran laboratorium dalan mendukung Early Warning System bencana lingkungan. Ditaja KLHK RI.

Riauterkini-PEKANBARU- Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Kegiatan Sinergi Peran Laboratorium dalam Mendukung Early Warning System Bencana Lingkungan. Acara digelar di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru Jumat (1/11/19).

Hadir dalam kesempatan itu, beberapa narasumber. Salah satu diantaranya adalah Anggota DPR RI Abdul Wahid sebagai narasumber utusan dari komisi VII.

Anggota DPR RI Abdul Wahid menjelaskan tentang peran legislatif dalam pengelolaan dan pengendalian lingkungan. Menurutnya ada 3 peran penting legislatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Salah satunya adalan fungsi legislasi yang sudah melahirkan UU 23 2014, fungsi Budgeting sudah pula dianggarkan kegiatan pengadaan laboratorium yg dapat berfungsi menjaga ekosistem melalui kegiatan mengukur standar pencemeran tanah dan air," paparnya.

lebih lanjut Abdul Wahid menjelaskan bahwa ekosistem harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya, sebab berhubungan erat dengan kelangsungan hidup seluruh makhluk. Keberadaan laboratorium ini sangat kita harapkan peranya, terutama untuk mengendalikan berkembangnya industri yang tidak memcemarkan lingkungan.

" Peran yang lebih penting tentu semua pihak terkait harus bersinergi untuk menjaga lingkungan. teruma dari kegiatan mendukung tumbuh kembangnya industri-industri. tidak hanya meloloskan AMDAL semata, tetapi lebih penting itu adalah mengontrol secara berkala. Ini berkenaan dengan keberlangsungan hidup kita, jika tanah dan air tercemar maka kita juga akan terdampak. oleh karenanya keberadaan laboratoriun ini sangat kita harapkan perannya," terangnya.

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan perannya sebagai anggota DPR yang juga memiki fungsi pengawasan, akan turut memantau baik secara langsung maupun melalui pengaduan konstituen terhadap kegiatan industri yang selama ini sudah beroperasi terutama yang berada dekat bantaran sungai.

" Kami akan memaksimalkan fungsi pengawan baik secara langsung maupun melalui pengaduan masyarakat berkenaan kegiatan-kegiatan industri yang ada, khususnya di bantaran sungai yang sangat rawan limbahnya akan mencemari lingkungan. saya juga berharap pemerintah daerah memaksimalkan kontrol dan pengendalian kegiatan industri tersebut secara ketat dan berkala," lanjutnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang