Selasa, 29 Oktober 2019 09:32

Berkubang Macam Kolam, Jalan Masuk ke DPRD Inhu Memalukan

Jalan masuk ke gedung DPRD Inhu berlobang bak kolam. Para wakil rakyat merasa malu. Di depan gedung dewan jalan tak diurus.

Riauterkini-RENGAT-Kondisi jalan masuk kantor DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sangat memprihatinkan, selain hancur berlubang bak kubangan kerbau. Jalan masuk gedung rakyat tersebut juga membahayakan para pengguna jalan. Sungguh memalukan.

Kerusakan jalan masuk kantor DPRD Inhu terutama tepat di depan gerbang masuk, dikeluhkan anggota DPRD Inhu sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhu Suwardi Ritonga kepada awak media, Selasa (29/10/19).

"Sepertinya hanya jalan menuju Kantor DPRD Inhu yang mengalami rusak. Sementara di sebelahnya, mau di depan yang juga jalan menuju kantor pemerintah, kondisinya baik. Kadang kami malu juga melihatnya," keluhnya.

Jalan masuk menuju Kantor DPRD Kabupaten Inhu juga sebagai simbol terhadap apa yang ada di dalamnya, bahkan kondisi jalan masuk ke Kantor DPRD yang ada saat ini bisa membahayakan setiap warga yang melintas. Dengan kondisi yang ada saat ini dinilai sudah selayaknya menjadi prioritas untuk perbaikan.

“Panjang jalan masuk dari pintu gerbang hingga ke halaman Kantor DPRD, tidak sampai satu kilometer. Artinya pembangunan jalan tersebut tidak akan menyedot anggaran yang ada,” tegasnya.

Ditambahkanya, kepada OPD terkait diharapkan tanggap dengan kondisi jalan masuk ke Kantor DPRD Inhu, sebab apa bila terus dibiarkan, kondisi kerusakan jalan yang ada akan semakin parah.

“Setidaknya anggaran pembangunan jalan menuju Kantor DPRD dapat dimasukan dalam APBD 2020,” tandasnya.

Ditempat terpisah Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu Bobby Mauliantino mengatakan, pembangunan jalan menuju Kantor DPRD Inhu masuk dalam APBD 2020 mendatang. Dimana pembangunan jalan masuk Kantor DPRD Inhu perlu penanganan khusus, karena pada jalan tersebut terdapat banyak akar dan urat pohon.

“Apabila tidak ada perubahan dalam pembahasan nanti, anggarannya sudah dimasukkan dalam APBD 2020 dan perlu penanganan khusus dalam pembangunan jalan tersebut akibat banyaknya akar dan urat pohon. Apabila akar dan urat pohon yang ada pada jalan tersebut dibiarkan, dalam waktu tidak terlalu lama kembali akan rusak,” jelasnya. *** (guh)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang