Rabu, 23 Oktober 2019 15:28

Dibuka Gubri, Ritual Mandi Safar Pulau Rupat Berlangsung Hikmat

Gubri resmi membuka festival Mandi Safar di Rupat Utara. Salah satu tradisi masyarakat meminta kepada tuhan menghindari malapetaka.

Riauterkini-BENGKALIS- "Di Tanjung Punak ada sejarah, sesuai nama alamnya indah, bapak dan ibu ingin berziarah, kubur sembilan pasirnya merah,". Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten  Bengkalis kembali menggelar kegiatan tradisi kearifan lokal, Ritual Mandi Safar 1441 H/2019, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi Mandi Safar bertepatan dengan 24 Safar 1441 H ini di pusatkan di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (23/10/18) resmi dibuka Gubernur Riau (Gubri) H. Syamsuar.

Mendampingi Gubri H. Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie, Anggota DPRD Bengkalis Abi Bahrum, Al Azmi, Camat Rupat Utara Agus Sofyan, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Perhelatan sudah mencapai 30 tahunan ini, ratusan warga setempat antusias menyaksikan acara inti yakni prosesi Mandi Safar terhadap anak-anak. Dan penyiraman secara simbolis dilakukan Gubri Syamsuar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dan sejumlah undangan yang hadir.

Salah satu festival sebagai ikon daerah di Kabupaten Bengkalis berlangsung 22-27 Oktober ini, merupakan tradisi warga di Pesisir Pantai Tanjung Punak dan Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara. Inti dari tradisi ini adalah doa agar terhindar dari malapetaka.

"Sebelum mandi, sebagai penolak bala dari sumur tua yang telah dimasukkan wafaqnya bersama-sama, warga terlebih dahulu menggelar doa dan tepuk tepung tawar yang terdiri dari beras putih, kuning beretih dan tepung beras sebagai perlengkapan," ungkap Penggagas Mandi Safar, Azhar Rais.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyampaikan, hendaknya membangkitkan kearifan lokal dalam berkehidupan berbangsa. Dan harusnya bersyukur bangsa ini masih mempunyai budaya.

Pemkab Bengkalis terus mendukung agar kegiatan ritual Mandi Safar untuk terus dilestarikan secara bersama-sama. Hal ini, sebagai upaya untuk memancing minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Rupat khususnya di Kecamatan Rupat Utara.

"Kita patut bersyukur karena masih memiliki sikap budaya yang kuat, sehingga bidang seni dan budaya terus mendapat perhatian yang besar dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan, baik tingkat Provinsi Riau, maupun Kabupaten Bengkalis khususnya," katanya.

Sementara itu Gubri Syamsuar menyebutkan, kegiatan Mandi Safar merupakan bentuk kerohanian dan meminta kepada tuhan untuk dihindari dari musibah atau balak dan malapetaka.

"Mudah-mudahan budaya baik ini bisa terus berlanjut dan menjadi promosi wisata di Riau," pintanya.***(dik)

Foto : Gubri Syamsuar menyiramkan air simbolis Tradisi Mandi Safar di Pulau Rupat, Rabu (23/10/19).


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang