Rabu, 16 Oktober 2019 22:04

Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan

Melalui Rakor Tim Pokja Teknis, DKP Rohul beranggotakan instansi lintas sektoral menyusun peta ketahanan dan kerawanan pangan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tim Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakot) pada Rabu (16/10/209).

Rakor Tim Pokja Teknis DKP Rohul di aula Penginapan Putri Bungsu Pasirpangaraian ini dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Rohul Ir H Sri Hardono MM.

Rakor turut dihadiri Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Riau Al Azhar, Sekretaris DKPP Rohul Iskandar, Kabid Ketahanan Pangan DKPP Rohul Denis, para Kabid, Kasi dan pengurus DKP Rohul dari perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemkab Rohul.‎

Sri Hardono mengatakan Rakor Tim Pokja Teknis DKP Rohul adalah membahas kerawanan pangan, mengingat pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.‎

"Tuntutan pemenuhan pangan sebagai hak azazi setiap individu yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Pangan merupakan hal prioritas untuk kita tangani," jelas Sri Hardono, Rabu.‎

Hardono mengungkapkan pasca disahkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012, revisi dari UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan menjadi urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah.

"Jadi pertemuan Tim Pokja DKP ini sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi rumusan kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hulu," ujar alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Hardono menuturkan pertemuan ini sangat penting dilaksanakan, terutama dalam menghasilkan output berupa peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan di tingkat Kabupaten.‎

Peta ketahanan dan kerawanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA)‎ nantinya akan menjadi acuan perencanaan di bidang ketahanan pangan. Peta ini bukan hanya semata untuk DKPP Rohul saja, melainkan akan dirasakan manfaatnya oleh berbagai instansi terkait.

Mengingat FSVA yang strategis, maka perannya menjadi mutlak dilaksanakan tahun 2019, agar potret ketahanan pangan dan kesetaraan pangan di tingkat wilayah terlihat secara lebih akurat, sehingga dapat mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan," ungkap Sri Hardono.

Sementara, ‎Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Riau, Al Azhar, mengatakan pentingnya dibuat peta ketahanan dan kerawanan pangan.

Dalam mewujudkan ketahanan pangan, kata Azhar, masyarakat bisa menjangkau akses pangan dengan cukup beragam bergizi dan seimbang, sehingga kebutuhan konsumsi tercukupi, dan bisa melakukan aktivitas ekonomi dengan baik dan hidup sehat.

Menurut Azhar, Kabupaten Rohul cukup bagus untuk ketahanan pangannya, apalagi daerah punya potensi produksi tanaman pangan, hanya saja karena alih fungsi lahan cukup tinggi, sehingga banyak lahan produktif yang beralih fungsi ke kegiatan lain.

"Sehingga ini perlu kita waspadai supaya produksi pangan kita bisa mencukupi. Kebutuhan pangan di Kabupaten Rohul untuk daerah sesuai dengan peta ketahanan pangan dan ketahanan pangan," jelas Azhar.

Diakuinya, dari peta disusun bersama telah teridentifikasi. Sedikitnya ada tujuh kecamatan yang tergolong rentan pangan dan lainnya. Kerentanan pangan sendiri berada di kecamatan dengan produksi pangan rendah, bukan daerah yang menjadi sentra produksi pangan.

Untuk Kabupaten Rohul, ada beberapa kecamatan yang masuk indikator dengan produksi pangan cukup bagus, seperti Kecamatan Rambah Samo dan Rambah.‎

"Indikator ketahanan pangan pangan ini menggunakan indikator daripada produksi dua kecamatan menjadi sentra produksi di Rohul," kata Azhar.

Adanya peta ketahanan pangan dan kerentanan pangan, maka dapat dilihat bagaimana kondisi ketahanan pangan di suatu kecamatan, sesuai sembilan indikator yang dipakai, seperti konsumsi normatif dilihat dari sisi produksi, dan kebutuhan indikator kemiskinan akses terhadap air bersih, listrik, stunting, tenaga kesehatan, angka kesakitan dan lainnya.‎

Sembilan indikator ini yang biasa digunakan untuk menyusun peta ketahanan dan kerentanan pangan.‎

"Ini juga berkaitan sepuluh desa stunting yang sudah ditetapkan Kementerian Pertanian, melalui kerjasama dengan Kementerian lainnya," pungkas Azhar.‎

Terlepas itu, pada Rakor ‎Pokja Teknis DKP Rohul juga dibahas berbagai permasalahan ketahanan pangan, dan bagaimana tindak lanjut ke depan, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Rohul lebih baik lagi.***(zal)

Keterangan Foto:‎

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Rohul di aula Penginapan Putri Bungsu Pasirpangaraian, Rabu (16/10/209).




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang