Selasa, 15 Oktober 2019 16:02

Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

DKPP Rohul terus melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan stunting di sepuluh desa, salah satunya dengan mengajak masyarakat gemar makan ikan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)‎ terus kampanyekan ajakan ke masyarakat untuk Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk generasi sehat dan cerdas, dan mencegah stunting.

Salah satu dilakukan DKPP Rohul bersama‎ Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau‎, dan Kementrian Kelautan dan Perikanan, yakni menggelar Safari Gemarikan bertajuk "Ayo Makan Ikan Cegah Stunting" di pasar Desa Menaming, Kecamatan Rambah dengan tema "Ayo Makan Ikan Supaya Sehat dan Cerdas".

‎Safari Gemarikan yang dibuka Bupati Rohul H Sukiman diwakili Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Rohul Ir. H. Muhammad Ruslan M.Si, turut dihadiri Kasubbid Kemitraan Publik Kementrian Kelautan dan Perikanan Irjaturradhijah berserta rombongan.

Kepala DKP Provinsi Riau‎ H Ir Herman‎ M.Si yang diwakili Kabid P2HP DKP Provinsi Riau Yon Azhari S.Pi beserta rombongan, Kepala DKPP Rohul Ir H Sri Hardono MM, Sekretaris DKPP Rohul Iskandar, Camat Rambah Fathanalia Putra, Kepala Desa Menaming Firdaus Daulay.

‎Kepala DKPP Rohul Sri Hardono mengatakan Safari Gemarikan dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Menaming diikuti masyarakat dari empat desa lain yang masuk kategori stunting.

Safari Gemarikan di Desa Menaming, diakui Sri Hardono, sudah kedua kalinya setelah sebelumnya diadakan di empat desa lain yang masuk kategori stunting.

"Jadi ini berlanjut tiap tiga bulan, dan akhir Desember (2019) sekaligus," jelas Hardono, Selasa.

Pada Safari Gemarikan di Desa Menaming, DKPP Kabupaten Rohul juga memberikan pelayanan gratis, seperti penimbangan bayi, dan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil sebagai asupan gizi untuk bayi yang sedang dikandung.

Selain itu, Hardono mengaku dalam mengajak masyarakat Rohul Gemar Makan Ikan, DKPP Rohul juga menyalurkan bantuan rutin berupa benih ikan, baik melalui bantuan subsidi untuk kelompok melalui proposal, dan bantuan secara langsung atau perorangan atau masyarakat yang punya kolam.

"Bagi masyarakat yang punya kolam, luasnya berapa‎, nanti kapasitasnya kita tentukan, dimana lokasinya," ujar Hardono, dan mengaku di tahun 2019 sebanyak 1 juta ekor ikan dibagikan ke masyarakat.

Hardono menambahkan untuk program bantuan benih ikan di tahun 2020, DKPP Rohul akan anggarkan untuk 2 juta ekor benih ikan dan akan dibagikan‎ ke masyarakat.

Mewakili Bupati Rohul, Asisten Ekbang Setdakab Rohul‎ M. Ruslan mengungkapkan ada sepuluh desa tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Rohul yang masuk kategori stunting.

Sepuluh desa masuk kategori stunting, yaitu Desa Menaming, Desa Sukamaju, Desa Teluk Aur, Desa Marga Mulya, Desa Rambah, Desa Tambusai Timur, Desa Bangun Purba Barat, Desa Kepayang, Desa Ulak Patian, dan Desa Kepenuhan Timur.

Ruslan mengaku dari sepuluh desa yang masuk kategori stunting seluruhnya sudah dibina oleh instansi terkait yang ada di Pemkab Rohul, dan dibantu oleh DKP Riau bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Terlepas itu, Ruslan mengatakan Pemkab Rohul sudah menganjurkan Desa Menaming untuk mengajukan program perikanan di Musrembang Desa dan Musrembang Kecamatan, karena daerah yang didukung potensi air yang luar biasa ini berpotensi menjadi daerah penghasil ikan.

"Bibit gratis ada dari Dinas Perikanan. Tergantung masyarakat saja, irigasi dan kerambah ada," saran M. Ruslan, dan mengatakan ada bebera desa di Rohul yang sudah menerapkan program perikanan.

Sementara, Kasubbid Kemitraan Publik Kementrian Kelautan dan Perikanan, Irjaturradhijah‎, untuk sosialisasi manfaat makan ikan atau Gemarikan sudah dilakukan Kementrian sejak zaman Presiden Megawati tahun 2014, dan pencanangan sudah dilakukan di 34 provinsi.

Irjaturradhijah‎ mengaku Kementrian Kelautan dan Perikanan tidak bisa bekerja sendiri dalam mengajak masyarakat gemar makan ikan, sehingga dibentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan atau Forikan di 34 provinsi yang rata-rata diketuai oleh istri Gubernur, sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi.

Sedangkan untuk ketua Forikan di kabupaten dan kota juga rata-rata adalah istri Bupati atau‎ Walikota yang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten atau kota.

Irjaturradhijah‎ mengatakan animo masyarakat gemar makan ikan terus naik. Sejak dimulainya pencanangan tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih di angka sekira 30 kilogram perkapita, dan sekarang sudah di angka 50,69 kilogram perkapita.

"Berarti animo masyarakat untuk makan ikan semakin meningkat," kata Irjaturradhijah‎, dan mengaku Gemarikan juga dalam upaya penanggulangan stunting dimulai ibu hamil.

Menurutnya, semua jenis ikan yang memiliki kandungan gizi dan Omega 3 baik dikonsumsi oleh masyarakat, baik ikan laut maupun ikan air tawar.

Menanggapi Safari Gemarikan di desanya, Kades Menaming, Firdaus Daulay, mengatakan dengan adanya kegiatan di desanya ia sangat berterima kasih, sebab ada kepedulian mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, sampai pemerintah pusat.

Selaku Kades, ia akan coba menganggarkan untuk kegiatan-kegiatan mengajak masyarakat gemar makan ikan ke depannya, selama sesuai aturan berlaku, baik melalui bantuan Dana Desa (DD) atau Alokasi‎ Dana Desa (ADD) sebagai penunjang dalam penanggulangan stunting.

Diakui Firdaus, dalam penanggulangan stunting, Pemdes Menaming sendiri terus mengaktifkan dua Posyandu yang ada di desanya, dalam memberikan sedikit bantuan dari DD atau ADD.***(Adv/Pemkab Rokan Hulu)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang