Senin, 14 Oktober 2019 16:18

Ketua Pengelola Jalan Diperiksa Dugaan Pungli,
Ratusan Masyarakat Desa Batang Kumu Ikut Mengawal di Polres Rohul

Ratusan masyarakat Huta Baru Desa Batang Kumu mengawal Ketua Pengelola Jalan Jepang yang diperiksa Penyidik Polres Rohul, atas dugaan Pungli.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ratusan masyarakat Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, didominasi kaum pria mendatangani Mako Polres Rokan Hulu (Rohul) di Jalan Lingkar Kilometer 4 Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Senin (14/10/2019).

Kedatangan ratusan masyarakat Desa Batang Kumu ke Polres Rohul untuk mendampingi Eston Manalu, salah seorang warga Batang Kumu yang diperiksa Penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul dengan tuduhan dugaan pungutan liar (Pungli) di Jalan Jepang atas laporan salah seorang warga.

Sebagai bentuk support dan dukungan, ratusan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai datang ke Mako Polres Rohul yang baru menggunakan tiga truk, empat mobil, serta puluhan sepeda motor.

Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Batang Kumu‎ H Muhammad Antoni Simatupang, mengatakan kedatangan ratusan warga ke Polres Rohul sebagai bentuk simpati mereka terhadap Eston Manalu yang dipanggil penyidik Kepolisian untuk pemeriksaan kedua kalinya.

‎Antoni Simatupang menuturkan di dalam surat panggilan dicantumkan terkait Pungli, hal itu membuat warga merasa tidak puas, karena Eston Manalu salah satu yang ditunjuk warga sebagai pengurus Pengelolaan Jalan Swadaya Masyarakat Jalan Jepang RT 03, RT 04, RT 05 Desa Batang Kumu, untuk memantau, mengutip dan memperbaiki jalan tersebut.

"Dia adalah salah seorang yang dimandati atau‎ dipilih masyarakat Huta Baru," jelas Antoni Simatupang, dan mengaku penunjukan pengurus sudah melalui musyawarah mufakat warga sudah diketahui pihak Upika Tambusai dan tentunya masyarakat, Senin.

‎Adanya laporan dugaan Pungli dari salah seorang warga ke polisi tersebut, diakui Antoni, warga kurang terima sehingga mereka beramai-ramai datang sebagai bentuk support dan dukungan kepada Eston Manalu.

Antoni mengaku bila Eston ditetapkan tersangka oleh pihak Kepolisian dalam dugaan perkara Pungli ini, masyarakat Desa Batang Kumu kompak untuk memberikan support dan dukungan dan datang ke Polres Rohul.

"Mungkin seluruh masyarakat Huta Baru menyaksikan bahwa Eston Manalu tidak melakukan Pungli,‎ dia adalah yang dipilih masyarakat mengurus jalan di Huta Baru (Jalan Jepang)," kata Antoni, masih didampingi masyarakat serta Sekretaris Pengelola Jalan Jepang Giat Sudirman Hutagaol.

Terkait kutipan di Jalan Jepang, ungkap Antoni, jalan ini diperbaiki menggunakan dana swadaya masyarakat Huta Baru Desa Batang Kumu, karena belum tersentuh pembangunan dari pemerintah sejak adanya masyarakat tinggal di sana sejak 1998 silam.

"Seharusnya pihak pemerintah berterima kasih kepada kami, karena kami masyarakat Huta Baru Desa Batang Kumu‎ swadaya dan bersatu untuk membangun sarana jalan, untuk memperlancar produksi di Huta Baru," kata Antoni, dan mengaku Jalan Jepang merupakan akses utama satu-satunya warga Huta Baru.

‎Kutipan diberlakukan, diakui Antoni tergantung tonase truk. Untuk truk pengangkut kelapa sawit dikenakan Rp 25 per kilogram, sedangkan untuk truk pengangkut getah karet dikenakan Rp 100 per kilogram.

Antoni mengaku masyarakat Huta Baru Desa Batang Kumu tidak merasa keberatan, karena uang hasil kutipan tersebut dipakai untuk perbaikan Jalan Jepang yang panjangnya sekira 60 Kilometer, dan belum tersentuh perbaikan dari pemerintah selama ini.

Sejak dikelola oleh pengurus baru yang diketuai Eston Manalu, sambung Antoni, pengurus sudah merental alat berat gleder dan ratusan truk pasir batu (Sirtu) untuk pengerasan ruas Jalan Jepang yang saat ini baru sebatas base C.

‎Antoni mengaku masyarakat Huta Baru Desa Batang Kumu terkesan dianaktirikan oleh Pemkab Rohul selama ini. Dan mereka merasa dibutuhkan di tahun-tahun politik saja.

"Di luar tahun politik kami tidak pernah, kalau masalah sarana jalan ya. Memang sudah ada bangunan di dalam seperti box culvert‎ sudah ada, drainese juga ada di masa pak Afnan Pulungan (mantan Kades Batang Kumu)," ungkap Antoni, dan mengaku warga di Huta Baru dan sekitarnya ada sekira 800 kepala keluarga, dengan DPT sekira 2.600 jiwa.

Antoni mewakili masyarakat Huta Baru Bersatu Desa Batang Kumu mengharapkan pihak Polres Rohul tidak menanggapi seseorang terkait Pungli yang sudah disepakati bersama oleh masyarakat tersebut.

Menurutnya, bila hal tersebut berkelanjutan, para Tokoh Masyarakat ada rencana bertemu langsung dengan Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting.‎***(zal)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang