Ahad, 13 Oktober 2019 16:59

Tingkatkan Pemahaman Terkait Pemeriksaan Genomik, Prodia Gelar Seminar Prodia Genomik

Prodia menggelar seminar Prodia Genomik. Diikuti para dokter yang ingin meningkatkan pemahaman terkait pemeriksaan genomik.

Riauterkini - PEKANBARU - Nerrujuan guna meningkatkan pemahaman terkait pemeriksaan Genomik bagi para dokter di Pekanbaru, Prodia taja seminar Prodia Genomik. Gelaran ini mengusung tema "Good Doctor for Better Disease Prevention Seminar on Disease Prevention Through The Power of Genomic Testing".

Dijelaskan Product Manager Prodia, Dr. Trilis Yulianti, M. Kes jepada riauterkini.com memasuki era Next Generation Medicine, Laboratorium Klinik Prodia terus berinovasi dengan meluncurkan pemeriksaan Genomik yang disebut Prodia Genomik. Pemeriksaan genomik dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, tergantung jenis pemeriksaannya, misalnya memperkirakan risiko, diagnosis, monitoring serta pemilihan obat dan gaya hidup berdasarkan gen.

"Masih minimnya pengetahuan tentang pemeriksaan Genomik, melatarbelakangi Laboratorium Klinik Prodia mengadakan roadshow seminar dokter ini. Ini kita gelar di 18 kota besar di Indonesia," Terangnya.

Lanjutnya, Pekanbaru sendiri meruoakan kota terakhir roadshow seminar ini. Dimana dalam gelaran itu pihaknya menghadirkan beberapa nara sumber. Seperti Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE, Yang mengulas tentang Polygenomic risk score untuk prediksi resiko penyakit seperti kanler dan diabetes. Kemudian adadr. Erwin Kristianto, M.Gizi, SpGK, yang mengupas tentang aplikasi pemeriksaan nutrigenomic untuk pencegahan penyakit tidak menular. Kemudian Dr. Yulianti, M. Kes. Dan yang menjadi moderator yakni dr. Ligat Pribadi Sembiring, SpPD, FINASIM.

Dalam gelaran tersebut diketahui Genomik adalah bidang yang mempelajari genom, untuk memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar gen serta pengaruh lingkungan terhadapnya. Manusia memiliki sekitar 100 trilyun sel di dalam tubuhnya. Di setiap sel terdiri dari kromosom yang tersusun dari susunan DNA. Susunan DNA tersebut disetiap manuai 99,9 persen sama, namun terdapat 0,1 persen perbedaan. Perbedaan tersebut telah menghasilkan keragaman seperti tinggi badan, warna rambut warna mata, warna kulit serta kerentanan terhadap penyakit.

Sementara, dalam pengaplikasian di bidang medis, adanya pemeriksaan genomik membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventive medicine, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

"Prodia sebagai Iaboratorium klinik terbesar di Indonesia memiliki dedikasi tinggi untuk terus mengembangkan pemeriksaan-pemeriksaan terbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan menyediakan layanan Prodia Genomics, yang merupakan salah satu layanan yang disediakan prodia untuk pemeriksaan genomik dengan menggunakan teknologi terbaru seperti microarray. Sehingga saat ini di Indonesia pemeriksaan genomik tidak perlu dikirim ke luar negeri, tapi bisa dilakukan di Prodia," tambah Trilis.

Lanjutnya lagi, pemeriksaan genomik yang ditujukan untuk menilai risiko terhadap beberapa penyakit saat ini sudah tersedia di Prodia. Diantaranya adalah CArisk, untuk melihat risiko terhadap beberapa jenis kanker. Selain itu, DlArisk untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes dan beberapa penyakit terkait diabetes. Akan segera hadir juga pemeriksaan Iainnya yaitu CVDrisk untuk melihat risiko penyakit kardiovaskular, TENSrisk untuk melihat risiko penyakit hipertensi, IMMUNErisk untuk melihat risiko penyakit autoimun, Prodia Wellness Genomics untuk melihat risiko beberapa jenis penyakit. Selain untuk menilai risiko penyakit, Prodia Genomik juga menyediakan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics untuk gaya hidup yang tepat berdasarkan profil genomik dan Prodia Pharmacogenomics untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang