Kamis, 10 Oktober 2019 11:05

BI Gelar Diseminasi Perkembangan Riau Terkini dan Prospek ke Depan

BI memperkirakan hingga akhir tahun 2019 ini, pertumbuhan ekonomi Riau masih melambat hingga 1,90%-2,40%.

Riauterkini-PEKANBARU - Bank Indonesia mencatat, pada triwulan II 2019, ekonomi Riau tumbuh melambat sebesar 2,80% (yoy) dibanding triwulan I yang mencapai 2,87% (yoy). Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Riau, Teguh Setiadi pada acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Periode Agustus 2019 dan Perkembangan Fiskal Regional Provinsi Riau Semester I 2019 Kamis (10/9/19).

Teguh menyebutkan bahwa perlambatan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga tumbuh melambat. Yaitu dari 5,07% (yoy) pada triwulan I menjadi 5,05% (yoy) pada triwulan II.

"Tapi sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Sumatera malah tercatat, meningkat dari 4,55% (yoy) pada triwulan I menjadi 4,62% (yoy) pada triwulan II 2019," katanya.

Dijelaskannya, perlambatan ekonomi Riau dari sisi penggunaan bersumber dari konsumsi pemerintah, redanya intensitas pengeluaran belanja pemilu serta penurunan APBD Riau 2019. Sementara di sisi lapangan usaha, bersumber dari industri pengolahan, konstruksi, akibat dari selesainya pemilu banyaknya hari libur.

Sementara itu, tqmbahnya, pada triwulan III 2019, BI memperkirakan ekonomi Riau bisa tumbuh positif pada kisaran 2,05-2,55% (yoy) namun masih melambat dibandingkan realisasi triwulan II. Penyebabnya bersumber dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan juga ekspor.

"Diperkirakan hingga triwulan IV 2019, pertumbuhan ekonomi Riau masih akan melambat pada kisaran 1,90%-2,40% (yoy). Hal ini disebabkan oleh penurunan APBD, lalu usaha pertanian. Industri pengolahan, konstraksi pertambangan," jelasnya.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang