Selasa, 23 Juli 2019 11:33

Kesaksian Warga Lokasi Penyergapan,
Dengar Tiga Tembakan dan tak Tau Bertetangga Residivis

Pecatan polisi Satriadi tewas ditembak polisi. Warga mendengar tiga letusan dan tak tau selama ini bertetangga penjahat besar.

Riauterkini-PEKANBARU-Satriandi, Gembong narkoba kelas kakap yang telah menjadi buronan Polda Riau sejak kabur dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru beberapa tahun lalu dipastikan tewas saat terlibat baku tembak dengan polisi yang hendak menyergapnya di Jalan Perumahan Palma Residen Jalan Sepakat, Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Selasa (23/07/19) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Dalam penyergapan tersebut, warga sekitar pun sempat mendengar tiga kali letusan tembakan.

"Tadi ada 3 kali tembakan, kejadian sekitar jam 8 pagi. Saya lihat ke depan rumah, tahu-tahu sudah banyak polisi dan kami warga di sini disuruh masuk lagi ke rumah. Nggak boleh keluar rumah dulu. Awalnya saya kira yang ditangkap teroris, tapi ternyata bukan," ujar Lukman (40) salah seorang warga yang tinggal kurang lebih 100 meter dari TKP penyergapan Satriandi.

Pria paruh baya yang telah menetap di sekitar TKP sejak tahun 1992 tersebut mengaku tak tahu jika yang ditangkap polisi adalah Satriandi, gembong narkoba kelas kakap buronan Polda Riau dan jajaran. Namun ia mendapat informasi tersebut dari cerita sesama warga sekitar dan polisi yang melakukan penjagaan di TKP.

"Taunya dari warga sini juga kalau yang ditangkap itu dia (Satriandi). Dia itu nggak pernah bersosialisasi dengan warga di sini, jadi kami juga nggak ada yang terlalu kenal. Kabarnya dia nyewa di Perumahan Palma Residence. Sering pulang pagi, tapi nggak tahu darimana," kisahnya menceritakan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menegaskan bahwa dalam baku tembak itu, Satriandi dipastikan tewas. Hanya saja dia belum bisa memberikan keterangan detail mengenai kronologis penyergapan terhadap sang buronan kakap tersebut.

"Benar, Satriandi terkonfirmasi tewas saat baku tembak tadi. Tapi saya belum bisa jelaskan detailnya. Kita tunggu arahan pimpinan," tutupnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang