Jum’at, 19 Juli 2019 19:18

17 Agustus Peletakan Batu Pertama, Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa

Gagasan Yawatim Asean untuk mendirikan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa segera terwujud. Peletakan batu pertama tanggal 17 Agustus mendatang mendapat sambutan baik dari Gubernur Syamsuar.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar apresiasi rencana pendirian universitas untuk anak yatim dan dhuafa. Direncanakan pada 17 Agustus nanti, sudah dimulai peletakan batu pertama di Jalan Garuda Sakti, kilometer 12. Rencana pembangunan tersebut disampikan ketua Yayasan Wayatim Asean Cabang Riau Ahmad Chudori di Kantor Gubri, Jumat (19/7/19).

Pembangunan universitas anak yatim dan dhuafa tersebut digagas oleh Yayasan Wakaf Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Asean, Pekanbaru. Yawatim Asean berapiliasi dengan Yawatim Malaysia, yakni University Colage Bestari Trengganu, yang telah berdiri selama 15 tahun.

"Alhamdulillah, saya sangat menyambut baik. Tentu saja ini harus didukung, apalagi orientasinya jelas untuk pendidikan dan membantu mereka yang kurang mampu," kata Gubri, usai menerima audensi Yawatim Asean Pekanbaru di ruang kerjanya, Jumat (19/7/19).

Selain mendirikan universitas, Yawatim Asean Pekanbaru ini sendiri nantinya juga akan membuat kelas jauh. Diharapkan, peluang untuk anak-anak yatim dan dhuafa untuk mendapatkan kesempatan belajar bisa terbantu.

Ada pun rencana peletakan di lokasi rencana pembangunan universitas di kilometer 12 Jalan Garuda Sakti Ujung, tanah sepehuhnya hasil wakaf oleh H Hasyim Jamadi, mantan pejabat Pemprov Riau. Dari orang yang sama pula, mewakafkan lahan seluas 100 hektar di Jalan Riau Ujung.

Hanya saja wakaf seluas 100 hektar yang juga untuk kepentingan Universitas Amak Yatim dan Dhuafa ini masih terkendala status lahan yang masih masuk kawasan hutan produksi terbatas.

"Kami akan berupaya mencarikan solusinya beramasam instansi terkait. Apalagi dengan luas lahan tersebut harus mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK)," ungkap Gubri.

Ada pun dana yang dipikirkan untuk tahap awal pembangunan universitas anak yatim dan dhuafa ini yakni sebesar Rp13 miliar. Dana ini sudah disiapkan melalui beberapa orang yang telah mewakafkan untuk pembangunan universitas.

Hadir dalam audensi ini, Kadis LHK Riau Ervin Rizaldi. Azali Johan selaku dewan pembina. H Hasyim Jamadi sebahai penghibah lahan 100 hektar. Kemudian Joni Setiawan Mundung selaku penasehat Ahmad S Udi sebagai Humas Yawatim Asean Pekanbaru termasuk sejumlah pengurus Yawatkm yang ikut hadir pada kesempatan audensi ini.*(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang