Jum’at, 19 Juli 2019 13:51

BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar

BUMD Pelalawan mendepositokan dana penyertaan modal dari APBD 2017 senilai Rp6,1 miliar. Dana itu awalnya akan digunakan untuk pembangunan jaringan listrik dari Langgam Power menuju kawasan Technopark.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengembalikan dana penyertaan modal yang dianggarkan melalui APBD Pelalawan Tahun Anggaran (TA) 2017 senilai Rp6,1 milyar.

Selain mengembalikan dana penyertaan modal, BUMD melalui Perusahaan Daerah (PD) Tuah Sekata juga dikembalikan uang jasa alias bunga senilai Rp164,4 juta ke kas daerah. Hal tersebut mungkin karena PD Tuah Sekata sempat memdepositokan uang penyertaan modal ini.

Dari bukti slip rekening transferan yang diterima Riauterkini.com, uang penyertaan modal tersebut ditransfer ke kas umum daerah pemda Pelalawan tanggal 16 Juli 2019, senilai  6.100.000.000 rupiah.

Selain itu juga dari bukti slip kedua, senilai 168.449.160, 00 rupiah turut serta ditransferkan ke kas pemerintah daerah. Uang senilai Rp164 juta lebih adalah bunga dari dana penyertaan modal.

Hal ini dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur BUMD Tuah Sekata Saparudin, Jumat (19/7/19). Menurutnya, uang penyertaan modal TA anggaran 2017 dari APBD Pelalawan telah dikembalikan bersama jasanya.

  "Sebetulnya, tanggal 11 Juli kemarin sudah ready untuk ditransfer namun pada hari tersebut saya lagi sakit, makanya baru tanggal 16 Juli kemarin kita kembalikan ke kas daerah, termasuk bunga," terangnya.

Saparudin yang baru dua bulan ditunjuk menjabat direktur BUMD Pelalawan mengatakan, pengembalian dana penyertaan modal ini, atas kesepakatan badan pengawas BUMD Tuah Sekata yang digelar 8 Juli 2019 lalu.

Ia menjelaskan, uang penyertaan modal senilai Rp6,1 miliar TA anggaran 2017 bakal digunakan untuk pembangunan jaringan listrik dari pembangkit Langgam Power menuju kawasan Technopark di kecamatan Langgam.

Akan tetapi lantaran ada hambatan, uang penyertaan modal sebanyak itu kata Saparudin tidak bisa direalisasikan. "Kan saya baru menjabat ini, terkait hambatan tak direalisasikan, kita tak tahu persis apa penyebabnya," beber Saparudin.

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa penyertaan modal BUMD ini, tercatat baru di depositokan pada masa Dirut sebelum dirinya, menjabat terhitung Januari sampai dengan bulan Juli 2019.*(feb)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang