Selasa, 16 Juli 2019 13:36

Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis

Kecelakaan maut saat Kejurda Bengkalis balap motor masuk ranah hukum. Polisi menyelidiki peristiwa tersebut.

Riauterkini-BENGKALIS- Insiden crash atau kecelakaan antar pembalap Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Bengkalis menelan korban jiwa seorang penonton Muhammad Syukur (20), Ahad (14/7/19) kemarin, Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis sejak Senin (15/7/19) sudah mulai melakukan penyelidikan.

Hari ini, Selasa (16/7/19) mengagendakan melakukan klarifikasi sejumlah saksi terkait Kejurda Balap Motor berujung malapetaka tersebut.

Demikian disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, S.I.K kepada sejumlah awak media, Selasa (16/7/19) siang.

"Terkait insiden crash dan menelan korban jiwa seorang penonton terjadi Ahad lalu, kita sejak Senin kemarin sudah mulai lakukan penyelidikan. Dan hari ini kita agendakan mengkonfirmasi ke sejumlah saksi-saksi termasuk panitia penyelenggara hingga keluarga korban atau yang sedang berada di lokasi kejadian," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban atas nama Muhammad Syukur, Senin (15/7/19) sekitar pukul 01.40 WIB dinihari dinyatakan meninggal dunia meskipun sempat memperoleh perawatan intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bengkalis pasca dihantam hebat crash yang terjadi antar pembalap. 

Informasi yang berhasil dirangkum, Kejurda Balap Motor 2019 ini berlangsung di sirkuit non permanen Jalan Sudirman Lapangan Tugu, Kota Bengkalis. Insiden bermalapetaka itu, terjadi setelah dua pengendara bersenggolan dan jatuh hebat di depan tikungan arena Jalan Kartini (depan Kantor Diskominfotik)-Jalan Perwira dan menghantam seorang penonton yang menyaksikan balapan, Ahad (14/7/19) sekitar pukul 17.30 WIB.

Akibat benturan itu, seorang pembalap dan penonton terpental menjebol pembatas sirkuit, terseret hingga ke halaman parkir Kantor Diskominfotik. 

Crash ini juga sempat terekam di CCTV dan kamera penonton yang sempat menghebohkan kalangan warga net di media sosial (Medsos). 

Korban, Muhammad Syukur, berdomisili di Jalan Bantan, Gang Suka Maju, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, mengalami nasib nahas dan pingsan di sekitar lokasi kejadian. Korban langsung memperoleh pertolongan dan dilarikan ke RSUD Bengkalis. Dilaporkan mengalami patah tulang paha, rusuk dan luka pada leher. 

Disampaikan keluarga korban, Muhammad Syukur sempat melewati masa kritis dan akan menjalani perawatan di ruang inap lantai tiga RSUD Bengkalis. Korban dinyatakan meninggal dunia Senin (15/7/19) dinihari.

"Sebelum meninggal, adik saya sempat melewati masa kritis, dan bisa berbicara. Kemudian akan dirawat inap ke lantai tiga RSUD Bengkalis. Tetapi nasibnya berkata lain, sekitar pukul 01.40 WIB meninggal dunia," ungkap abang kandung korban, Muhammad Amin ketika ditemui di rumah duka. 

Korban merupakan anak keempat dari lima bersaudara, dan masih berstatus salah satu mahasiswa di Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) semester tujuh dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Bantan, Gang Pusara, Jalan Bantan, Desa Senggoro.

Arena Sesuai Standar, Penyelenggara Bertanggungjawab

Sementara itu, Penanggungjawab Kejurda Balap Motor 2019, Chairul Afrizal didampingi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Bengkalis Windi Trisnawan dan sejumlah pengurus Komite Nasional Olahraga (KONI) Kabupaten Bengkalis menyatakan, jatuhnya pembalap di arena balapan dan menghantam penonton di arena balapan dan jatuh korban jiwa sangat disayangkan. 

"Kami tidak menginginkan kecelakaan ini terjadi bahkan harus mengorbankan penonton. Kami sebagai penanggungjawab penyelenggara akan terus berkoordinasi dan bertanggung jawab kepada pihak keluarga. Kami tidak akan lepas tangan kami penyelenggara dan Korwil IMI akan bahu membahu. Intinya kami tidak lepas dari tanggung jawab. Kami tadi sudah ke rumah duka dan bertemu pihak keluarga sebagai rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah dan insiden yang terjadi ini," ungkap Chairul.

Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Yul ini, bahwa arena yang disiapkan untuk Kejurda Balap Motor 2019 itu sudah sesuai dengan standar dan syarat yang harus dipenuhi dari Korwil IMI Riau. Sebelum pelaksanaan balapan, arena juga sudah melalui proses pemeriksaan oleh tim dari IMI Korwil Riau. 

"Arena sudah sesuai dengan standar, kita ada dari provinsi yang datang langsung di lapangan untuk mengatur trek arena. Sangat sulit dibendung jika ada penonton yang menyusup masuk dari belakang. Dan khusus kepada penonton yang berada berdekatan dengan trek yang rawan seperti ditikungan sudah diperingatkan berkali-kali dan meminta bantuan pihak kepolisian agar turun tangan," terangnya.

Apakah korban mempunyai tiket atau tidak, pihak penyelenggara akan mengabaikan hal itu. Saat ini penanggungjawab akan terus berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak keluarga.

"Kami sekali lagi mengucapkan turut berbela sungkawa dan mohon maaf kepada keluarga korban. Kami tidak lepas tangan dan akan bertanggung jawab," katanya lagi.***(dik)

Foto : Korban crash (lingkar merah) sesaat setelah kejadian terseret hingga ke lahan parkir Kantor Diskominfotik. Foto diambil dari hasil CCTV yang beredar di Medsos.

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang