Selasa, 16 Juli 2019 13:16

Modal Dua Ribu Rupiah, Penganguran di Pekanbaru Culik dan Gauli Siswi SD

Seorang siswi kelas III SD di Pekanbaru jadi korban penculikan dan pencabulan. Pelaku memperdayai korban dengan modal Rp2 ribu.

Riauterkini-PEKANBARU-Nasib malang harus dialami oleh Melati (9) saat berkenalan dengan LG (35), seorang pria pengangguran yang kerap menemuinya di sekolah. Bagaimana tidak, bocah kelas III SD di Pekanbaru tersebut harus kehilangan kegadisannya setelah diculik dan disetubuhi di sebuah toilet SPBU oleh si pria yang baru dikenalnya itu.

Peristiwa itu dibenarkan juga oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam. Dia menjelaskan, peristiwa itu sendiri terbongkar setelah orang tua korban, Albertus Simarmata melaporkan ke pihak Polsek Payung Sekaki, bahwa korban telah diculik oleh tersangka, Jum'at (12/07/19) dinihari pekan lalu. Mendapat laporan itu, Polsek Payung Sekaki berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru kemudian langsung bergerak menyelidiki laporan tersebut.

"Tanggal 12 (Juli) itu kita kroscek ke sekolah korban dan kita dapatkanlah rekaman CCTV dari sekolah itu bahwa korban dijemput oleh seorang pria (tersangka) ketika pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Hari itu juga, dari penyelidikan yang kita lakukan, sore harinya tersangka berhasil kita tangkap di depan SPBU Sigunggung di Jalan Darma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki," ujarnya kepada riauterkini.com.

Awaludin menuturkan, dalam melancarkan aksi cabulnya itu, tersangka selalu memberikan uang Rp2 ribu kepada korban. Sementara pertemuan korban dengan tersangka sendiri, sambungnya, sudah terjadi sebanyak tiga kali, di tanggal 8 Juli, 9 Juli dan terakhir di tanggal 12 Juli sampai akhirnya tersangka ditangkap polisi.

"Modusnya, tersangka memberikan korban uang Rp2 ribu. Lalu korban dijemput ke sekolah dan diajak jalan-jalan pakai motor. Saat kejadian, malam harinya barulah tersangka mengajak korban ke salah satu SPBU dan menyetubuhi korban di dalam toilet SPBU tersebut," sebutnya.
> Perbuatan itu, sambung Awaludin, dilakukan tersangka hanya satu malam saja, setelah itu yang bersangkutan mengantarkan korban pulang, namun tak diantar sampai ke rumah. Korban hanya ditinggalkan di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya.

"Pengakuan tersangka sudah bertemu dengan korban sebanyak 3 kali. Tapi baru 1 kali melakukannya (mencabuli korban). Tersangka juga kita beri tindakan tegas (tembak) di kakinya agar tidak lari karena saat penangkapan posisi tersangka masih diatas sepeda motor," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kapolsek Payung Sekaki, AKP Hidayat menambahkan, selain mengamankan tersangka, turut diamankan pula barang bukti satu unit motor Honda Supra milik tersangka.

"Jadi, diniharinya orang tua korban melapor ke kita dan sore harinya tersangka berhasil kita tangkap. Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan (penjara)," tutupnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang