Senin, 15 Juli 2019 21:39

Dugaan Korupsi Cuci Danau, SY Anggota DPRD Kampar tak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban Materil

Pengamat hukum dari UIR sebut tersangka Dugaan korupsi pencucian danau gema SY tidak bisa lagi dimintai pertanggungjawaban materil. Sebab kerugian negara sudah dikembalikan terpidana lainnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Dugaan korupsi pencucian danau gema, Kampar sekitar Rp300 juta pada APBD Kabupaten Kampar 2012 silam, ternyata masih terus dikembangkan. Saat ini tersangkanya bertambah, berinisial SY salah seorang anggota DPRD Kampar ditahan penyidik Polres Kampar. Sebelumnya dalam kasus tersebut sudah ada terpidananya yakni Endang Surya alias Endang, dan sudah diakui serta dikembalikan kerugian negaranya oleh terdakwa lain yakni Fera Siswandi.

Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Islam Riau, DR Nurul Huda, SH MH, Senin (15/7/19). Ia merupakan ahli hukum yang sering dimintai keterangannya di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, mengatakan bahwa tersangka SY tidak bisa lagi dimintai pertanggungjawaban materil karna kerugian negara sudah dikembalikan terpidana lainnya.

"Kerugian keuangan negara setahu saya sudah dikembalikan semua oleh terdakwa sebelumnya. Artinya secara materil SY tidak bisa lagi dimintai tanggungjawab atas kerugian perbuatan dimaksud. Tetapi SY hanya bisa dimintai tanggungjawab formil atas kesalahannya. Hal inilah yang harus dibuktikan peradilan pidana nanti, dimana tanggungjawab formil SY atas kesalahan dimaksud," ujarnya.

"Tapi yang jelas kita ikuti saja proses peradilan ini nanti," tambahnya.

Sementara Penasehat Hukum SY, Akhirza SH, menambahkan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan pencucian danau desa Gema Kecamatan Kampar tersebut bahwa putusan perkara sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap dan seluruh kerugian negara dikembalikan terdakwa lainnya terdahulu.

"Sehingga atas Laporan Polisi No. lp 255.a/x/2017/Riau Res Kampar tanggal 19 Oktober 2017, dan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan No. Sp.Sidik/107/X/2017/Reskrim tanggal 12 September 2018, kerugian negara yang mana lagi yang harus dikembalikan oleh saudara Sy," ujar Akhirza.

Selain itu dijelaskan Akhirza, bahwa kasus yang ditangani kepolisian tersebut dahulunya sudah ada tersangka, bahkan telah berkekuatan hukum tetap kracht van gewijsde atau sudah diputus pengadilan Tipikor Pekanbaru dengan terdakwa Fera Siswandi ST,dkk dengan Nomor Registrasi : 73/PID.SUS-TPK/2016/PN.Pbr dan Terdakwa Endang Surya alias Endang, dengan Nomor Registrasi : 74/PID.SUS-TPK/2016/PN.Pbr. Dan kerugian negara sebesar Rp300.000.465.90,- sudah diakui dan dikembalikan seluruhnya oleh terdakwa Fera Siswandi, ST dkk, sebagaimana bukti pengembalian yang tertera dalam putusan Nomor Registrasi : 73 PID.SUS TPK/2016/PN.Pbr dan Nomor Registrasi : 74/PID.SUS-TPK/2016/PN.Pbr.

"Artinya dalam perkara yang sama dengan kerugian yang sudah selesai dikembalikan oleh terdakwa Fera Siswandi, ST dkk, dengan demikian, penetapan tersangka SY oleh Polres Kampar adalah sesuatu yang tidak benar sebab sudah tidak ada kerugian negara yang terjadi pada pekerjaan tersebut," tambah Akhirza.*(vila)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang