Sabtu, 2 Pebruari 2019 07:03

Bunuh dan Bakar Teman, Perantau Nias di Kuansing tak Terima Anaknya Mau Dijual

Setelah ditangkap, pelaku pembunuh dan pembakar teman, perantau Nias di Kuansing mengaku marah karena korban mau jual anaknya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Baja Tule Laia (33) pelaku pembunuh Iwan Halawa (35) tega menghabisi korban, motifnya lantaran sakit hati.  Demikian disampaikan Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik, ketika dikonfirmasi, Jum'at (1/2/2019) tadi sore via WhatsApp.

Lantas ucapan apa yang membuat pelaku ini sakit hati sehingga tega menghabisi korban, dari keterangan Kapolres, berdasarkan pengakuan pelaku, bahwa anak pelaku ini mau dijual korban ke orang lain.

Sehingga atas ucapan korban ini, pelaku merasa sakit hati dan akhirnya berujung dengan pembunuhan yang terjadi Desember lalu dan baru terungkap diakhir Januari.

Melalui pemberitaan sebelumnya, terungkapnya kasus pembunuhan ini, berawal dari laporan istri korban, Delima Lai'a (25) ke Polres Kuansing, atas kecurigaanya terhadap Baja Tule Laia (33) karena menguasai handphone milik mendiang suaminya.

Laporan ini dibenarkan, juga Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik melalui keterangan resminya, Kamis (31/1/2019) siang, dengan laporan LP/18/I/2019/SPKT/Res Kuansing, taggal 31 Jauari 209.

Lalu kata Kapolres, berdasarkan laporan ini, Satreskrim Polres Kuansing, dipimpin AKP Andi Cakra Putra, Sik bersama personil lainya, langsung melakukan pengamanan terhadap tersangka dan ia mengakui perbuatannya.

Dari keterangan Kapolres, pembunuhan ini terbilang sadis, itu diketahui setelah dimintai keterangan pada pelaku. Ia mengakui menghabisi pelaku, dengan cara memukul, diseret dan dibakar, setelah itu tulangnya dikumpulkan, lalu dikuburkan di sekitar kebun tempat pelaku bekerja.

"Atas kejadian ini, adapun barang bukti yang kita amankan, 1 hadphone merk polytron warna biru, 1 buah honda Revo hitam tanpa bodi," jelasnya.

Terkait kasus ini, pihak Kapolres, sudah melakukan olah TKP, mengamankan BB, evakuasi kerangka untuk di visum di RSUD.

"Selajutnya, kerangka korban ini akan kita otopsi dan tes DNA di RSUD Bhayangkara Pekanbaru. Serta akan kita lengkapi administras penyidikan," pungkas M. Mustofah.** (Jok

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang