Riauterkini - PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto, MT resmi memperoleh predikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Capaian ini sekaligus menempatkan SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur pertama yang meraih jenjang Insinyur Profesional Utama (IPU) di Indonesia, sebuah pencapaian penting dalam penguatan profesionalisme keinsinyuran di lingkungan pemerintahan daerah.
Berdasarkan Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional yang diterbitkan PII, SF Hariyanto ditetapkan sebagai Insinyur Profesional Utama (Executive Professional Engineer) dengan Nomor Sertifikasi 3-15-00-000772-00. Sertifikat ditetapkan di Jakarta pada 14 Agustus 2026 dan berlaku selama 5 (lima) tahun.
Pencapaian tersebut diperoleh setelah SF Hariyanto mengikuti wawancara calon Insinyur Profesional yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi Badan Keahlian Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) pada, Jumat (14/8/2026) lalu secara daring melalui video conference. Proses tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan BKS PII Nomor 070/BKS-PII/MUK/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026.
Dalam asesmen tersebut, Majelis Uji Kompetensi terdiri dari Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum PII; Ir. Habibie Razak, M.M., IPU., FIEAust., ASEAN Eng., Ketua Badan Keahlian Sipil PII Pusat; serta Dr. Ir. Aksan Kawanda, S.T., M.T., IPU., ACPE., ASEAN Eng., Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti.
SF Hariyanto juga didampingi unsur PII Riau, yakni H. Aswandi, S.E., Dewan Pembina PII Riau sekaligus Ketua Umum DPP ASPEKNAS; Ir. H. Irving Kahar Arifin, M.E., IPU., ASEAN Eng., Dewan Penasehat PII Riau; serta Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.
Pada asesmen tersebut, SF Hariyanto mempresentasikan pengalaman pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Sudirman-Imam Munandar, Pekanbaru.
Salah satu tantangan penting yang dipaparkan adalah ketika PT Istaka Karya (Persero) menghadapi proses kepailitan saat progres pekerjaan baru sekitar 63 persen, sehingga masih terdapat sekitar 37 persen pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang PON XVIII Tahun 2012.
Pengalaman tersebut memperlihatkan kemampuan dalam penyelesaian persoalan teknis, manajemen krisis proyek, koordinasi lintas pihak, pengendalian mutu, waktu dan biaya, serta pengambilan keputusan strategis.
Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono memberikan apresiasi terhadap pengalaman profesional yang dipaparkan SF Hariyanto. Kemampuan menyelesaikan persoalan yang mencakup aspek teknis, manajemen, administrasi, hukum, koordinasi lintas pihak hingga pengambilan keputusan dalam situasi kritis dipandang sebagai gambaran praktik keinsinyuran yang nyata.
Apresiasi juga disampaikan Ir. Habibie Razak, yang menilai perjalanan panjang SF Hariyanto menunjukkan kematangan seorang insinyur dalam menghadapi persoalan lapangan sekaligus kapasitas kepemimpinan keinsinyuran pada tingkat strategis.
Sementara itu, H. Aswandi, S.E. mengapresiasi capaian tersebut dan berharap keberhasilan SF Hariyanto menjadi motivasi bagi pelaku jasa konstruksi dan generasi insinyur di Riau untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat profesionalisme.
Ketua Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., pada, Kamis (20/08/2026) menyampaikan, benar Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Bapak Gubernur sudah keluar dan disampaikan oleh Pengurus Pusat Kepada Kami di PII Wilayah kami tentu sangat mengapresiasi atas pencapaian tersebut.
"PII Wilayah Riau mengucapkan selamat kepada Bapak S.F. Hariyanto atas diraihnya predikat Insinyur Profesional Utama. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena beliau merupakan Plt. Gubernur pertama di Indonesia yang meraih jenjang IPU. Ini merupakan pengakuan profesional atas kompetensi, pengalaman, kepemimpinan, dan perjalanan panjang beliau dalam bidang keinsinyuran, khususnya pembangunan infrastruktur," katanya.
Menurut Ulul Azmi, capaian IPU tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para insinyur, khususnya ASN dan praktisi keinsinyuran di Provinsi Riau, untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta melaksanakan praktik keinsinyuran sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Semakin banyak Insinyur Profesional di Riau, semakin kuat pula fondasi profesionalisme dalam pembangunan daerah. Insinyur tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut memenuhi standar, menjunjung etika profesi, serta memperhatikan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto sebagai Insinyur Profesional Utama dapat menjadi contoh bagi kepala daerah di Seluruh Indoneusa, ASN berlatar belakang ilmu Rumpun Keinsinyuran, dan para praktisi untuk meningkatkan kompetensi profesi keinsinyuran.
Kehadiran seorang pimpinan daerah dengan jenjang IPU juga diharapkan semakin memperkuat penerapan standar, etika, keselamatan, dan profesionalisme keinsinyuran dalam pembangunan Provinsi Riau. ***(mok)