Riauterkini - PEKANBARU - Kepulan asap dan kobaran api yang membakar lahan masyarakat di Kabupaten Siak memicu respons cepat tim pemadam kebakaran PT Arara Abadi. Tak ingin api merambat semakin luas, dua regu Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan bersama dua helikopter water bombing diterjunkan untuk menggempur titik api dari darat dan udara.
Kebakaran pertama kali terpantau pada Selasa (18/8/2026), di lahan masyarakat yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari batas luar konsesi PT Arara Abadi, perusahaan di bawah naungan APP Group.
Meski titik kebakaran berada di luar konsesi, tim RPK langsung bergerak melakukan pengecekan dan pemadaman. Langkah cepat itu dilakukan karena kondisi angin dan karakteristik lahan dinilai dapat membuat api berkembang dengan cepat dan berpotensi merambat ke kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun permukiman warga.
Operational Head RPK/TRC PT Arara Abadi, Angga Saprianto, didampingi Fire Marshall Aidil Bhakti, mengatakan tim langsung melakukan size up setelah menerima informasi kebakaran. Pemantauan awal dilakukan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan dan menentukan strategi penanganan.
“Begitu api terpantau pada Selasa, 18 Agustus, tim RPK langsung melakukan pengecekan dan size up menggunakan drone untuk melihat kondisi riil api serta menentukan penanganan di lapangan,” ujar Angga.
Menurutnya, keputusan mengerahkan helikopter diambil karena sumber air di sekitar lokasi cukup sulit. Dua helikopter water bombing masing-masing dilengkapi ember berkapasitas 5.000 liter untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.
“Lokasi karhutla bukan milik perusahaan, namun kami sadar jika dibiarkan sekejap saja api bisa merambat masuk ke kawasan HTI maupun merugikan warga sekitar. Karena itu, kami mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing berkapasitas bucket 5.000 liter,” jelasnya.
Dari udara, helikopter berulang kali menjatuhkan ribuan liter air ke kawasan yang terbakar. Sementara dari darat, 18 personel yang tergabung dalam dua regu RPK terus melakukan pemadaman dan pembasahan di sekitar titik api.
Helikopter water bombing juga digunakan untuk membantu mengisi dua unit Poldatank atau tangki penampung air milik tim pemadam. Masing-masing tangki memiliki kapasitas 5.600 liter dan ditempatkan di lokasi yang minim sumber air untuk mendukung operasi pemadaman dari darat.
Pemadaman memasuki hari kedua pada Rabu (19/8/2026). Tim perusahaan bersama TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Riau, Satgas Karhutla Riau, Manggala Agni Daops Siak, BPBD Kabupaten Siak dan masyarakat terus memperkuat operasi agar api segera dikendalikan dan tidak meluas.
Aidil Bhakti mengatakan, kondisi di lapangan membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi lintas pihak.
“Pada hari kedua, pemadaman kami lakukan bersama-sama dengan TNI/Polri, Manggala Agni Daops Siak, BPBD dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengerahan personel dan peralatan PT Arara Abadi bukan semata-mata untuk mengamankan aset perusahaan.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar menjaga aset perusahaan, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang selalu kami pegang teguh. Selama diperlukan, kami siap menambah tenaga maupun peralatan yang kami miliki sampai api benar-benar padam dan tidak ada lagi titik panas,” tegas Aidil.
Direktur PT Arara Abadi Edi Haris, MZ, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla.
“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan respons cepat, terukur dan kolaboratif. Ketika terdapat kebakaran di sekitar wilayah operasional yang berpotensi meluas menuju kawasan perusahaan, kami tidak menunggu sampai api memasuki konsesi,” katanya.
Menurut Edi, dukungan water bombing menjadi bagian dari upaya memperkuat pemadaman, khususnya ketika kondisi medan dan keterbatasan sumber air menyulitkan penanganan dari darat.
“Kita berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Satgas Karhutla, Manggala Agni, BPBD, aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Manggala Agni Daops Siak, Ihsan, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam operasi pemadaman.
Menurutnya, keberadaan RPK PT Arara Abadi, Manggala Agni, TNI/Polri, BPBD dan masyarakat Peduli Api menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
“Dukungan water bombing juga sangat membantu dalam menjangkau dan melakukan pembasahan pada area yang sulit ditangani secara langsung dari darat,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena api dapat berkembang cepat apabila tidak segera dikendalikan.
“Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Karena itu, koordinasi, pemantauan dan respons cepat dari seluruh pihak menjadi sangat penting dalam menghadapi karhutla,” pungkasnya. ***(mok)