Riauterkini-KUALA KAMPAR – Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan utama berlangsung di lokasi pembuatan sekat kanal Pulau Mendol, Desa Sungai Perak, Kecamatan Kuala Kampar.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH turut didampingi sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, serta Bupati Pelalawan H. Zukri Misran. Perwakilan perusahaan kehutanan dan unsur masyarakat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari unsur kepolisian, Polres Pelalawan melakukan pengamanan yang dipimpin Kabag Ops AKP Yulhairi bersama jajaran Satintelkam, Satpolairud, Satresnarkoba, hingga Polsek Kuala Kampar, serta personel gabungan di lapangan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyambutan rombongan di Kantor Camat Kuala Kampar, dilanjutkan penanaman pohon secara simbolis di area lapangan. Setelah itu, rombongan meninjau langsung lokasi sekat kanal di Desa Sungai Perak dan melakukan kegiatan pembangunan sekat kanal secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait.
Selain peninjauan, Menteri LH juga berdialog dengan warga mengenai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pemanfaatan kawasan gambut Pulau Mendol sebagai potensi pengembangan pertanian dan perkebunan, termasuk padi dan kelapa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wawancara media serta peninjauan area pembasahan gambut di Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.
Bupati Pelalawan, Zukri Misran, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam upaya pencegahan karhutla. Ia juga menyoroti potensi ancaman musim kemarau akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga puncaknya pada Juli–Agustus.
“Mudah-mudahan perusahaan di Kuala Kampar dapat berkontribusi dalam penyediaan alat pendukung di setiap desa untuk pencegahan karhutla,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana pemadaman kebakaran serta penguatan kelompok Masyarakat Peduli Api. Mereka juga mengusulkan peningkatan dukungan infrastruktur lingkungan di tingkat desa.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan bahwa masukan masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan karhutla, termasuk penguatan dukungan untuk masyarakat di tingkat desa.
“Masukan masyarakat sangat penting. Kami akan berkoordinasi dengan BNPB agar dukungan terhadap Masyarakat Peduli Api dapat diperkuat, termasuk penyediaan sarana di tingkat desa,” kata Menteri LH.
Sementara itu, Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan komitmen untuk mendukung upaya pencegahan karhutla melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan pemerintah daerah.
“Kami akan berkoordinasi agar dukungan alat berat dapat tersedia, serta membantu penguatan sarana pemadaman di desa-desa,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pencegahan karhutla di wilayah gambut Riau melalui pendekatan kolaboratif dan restorasi lingkungan.***(ang)