Riauterkini - PEKANBARU - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan RI, Hanif Fausol Nurofiq menjadi narasumber utama pada kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Riau (Unri) dengan tema “Kebijakan Prioritas Pemerintah di Bidang Pangan”.
Dalam paparannya, Wamenko Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan Indonesia harus mampu mewujudkan swasembada pangan dan saat ini pemerintah tengah mengakselerasikan strategi integratif menuju kedaulatan pangan nasional.
“Pada kondisi saat ini, kita harus lebih serius memperhatikan daerah kita tidak terkecuali di Provinsi Riau. Riau memiliki luas lahan gambut terbesar, hampir 3,9 juta hektar. Berdasarkan data yang kami cermati, dari 8,6 juta hektar daratan Riau 4,5 juta nya telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, dari kondisi ini menjadi pencermatan kita semua,” ungkap Hanif, di Student Center Universitas Riau, pada Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, pada saat di daratan gambut, ketahanan pangan menjadi sangat penting. Untuk Provinsi Riau sendiri, memiliki kanal yang membelah gambut sepanjang 113.700 km.
“Justru demikian, banyaknya kanal di Provinsi Riau pada lahan gambut ini maka harus dimaknai dengan sangat serius, apalagi dengan data BMKG maka bulan ini Riau telah memasuki musim kemarau yang diproyeksi puncaknya pada Agustus hingga Oktober mendatang juga masuk dalam iklim El Nino,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terdapat 7 intruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kementrian Koordinator Bidang Pangan, yaitu percepatan swasembada pangan dibidang pertanian, pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air.
Lalu, peningkatan infrastruktur irigasi, operasional Kopdes Merah Putih, stabilitas harga pangan dan stok pangan, penyerapan hasil produksi petani dan penganekaragaman pangan lokal.
“Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 dan mendorong kemandirian bangsa dengan swasembada pangan, energi, dan air nasional melalui percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional,” terang Hanif.
Selain itu, ia juga menyoroti program MBG yang merupakan bentuk pemberian pangan gratis kepada siswa siswa yang sebelumnya banyak yang kekurangan gizi karena kurang mendapatkan asupan makanan bergizi, dengan program ini diharapkan semua siswa mendapatkan asupan gizi yang baik. Kemudian ia juga membahas terkait Kopdes Merah Putih yang merupakan ujung tombak distribusi dan penguatan ekonomi petani di tingkat desa.
Melalui kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Riau ini, ia berharap mahasiswa yang hadir dapat menghasilkan riset pangan yang aplikatif, khususnya dalam pengembangan benih unggul, teknologi pertanian, dan hilirisasi produk lokal.
“Saya yakin, kreativitas anak bangsa itu banyak dan beragam, maka melalui kuliah umum ini dan pelajaran yang didapat pada mata kuliah dapat membuat adik-adik mahasiswa mampu menciptakan legasi digital yang mendukung ketahanan pangan,” harapnya.
Ia juga menegaskan pemerintah membutuhkan energi anak muda untuk mengawal kebijakan dan memberikan masukan konstruktif, serta berani bertanya dan mengusulkan gagasan baru.
“Saya harap adik-adik mahasiswa mampu menghargai proses panjang ketahanan pangan, termasuk bersyukur dan menghabiskan makanan sebagai wujud penghargaan terhadap petani,” pinta Hanif.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur menyebutkan bahwasanya ketahanan pangan ini bisa dilaksanakan di Riau dalam konteks strategis dan keberlanjutan nasional.
“Setidaknya ada 3 hal yaitu ketahanan pangan, energi dan air, itu yang harus kita lakukan terus sehingga swasembada pangan bisa terlaksana dengan baik di Provinsi Riau,” ungkap Zulkifli Syukur.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Pemprov Riau mendukung penuh seluruh program dari pemerintah pusat termasuk dengan ketahanan pangan untuk strategi pangan.
“Tentunya program ini akan terus kita dukung, semua usaha yang positif dari pemerintah akan kita dukung dan saya harap seluruh pihak baik dari pemerintah, swasta akademisi, masyarakat hingga para mahasiswa di Riau dapat berkolaborasi dengan baik guna dapat mewujudkan cita-cita kita menuju Indonesia Emas 2045,” harapnya. ***(mok)