Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Kurangi Risiko Penyakit Zoonosis Prioritas, WHO Apresiasi Kepemimpinan Indonesia dalam Aksi One Health



Riauterkin-JAKARTA – Pada Hari Kesehatan Sedunia, World Health Organization (WHO) menyoroti kemajuan Indonesia dalam mengurangi risiko kesehatan dari penyakit zoonosis melalui penguatan pendekatan One Health. One Health mengakui kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait erat dan harus ditangani bersama.

Dipimpin Pemerintah Indonesia dan didukung oleh WHO dan para mitra, negara ini telah memperluas upaya pencegahan, surveilans, dan respons bersama di berbagai sektor.

“Indonesia menunjukkan cara aksi multisektoral yang terkoordinasi dapat mengurangi risiko kita dari penyakit zoonosis,” kata Dr. N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia. “Dengan kerja sama sektor kesehatan, pertanian, kedokteran hewan, dan lingkungan, Indonesia memperkuat deteksi dini, meningkatkan respons, dan melindungi masyarakat dengan risiko tertinggi.”

Penyakit zoonosis adalah infeksi yang dapat menyebar antara hewan dan manusia, seringkali melalui kontak dekat atau lingkungan yang terkontaminasi. Secara global, lebih dari 60 persen penyakit menular yang diketahui dan hingga 75 persen penyakit baru berasal dari hewan. Penyakit zoonosis memengaruhi lebih dari 2 miliar orang dan merenggut lebih dari 2 juta nyawa setiap tahunnya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi peningkatan risiko zoonosis yang terkait dengan bencana terkait iklim, perubahan lingkungan, serta interaksi erat antara manusia, hewan, dan alam.

Upaya One Health Indonesia berfokus pada penyakit zoonosis prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Pada tahun 2025, WHO mendukung uji coba surveilans terpadu flu burung berbasis pendekatan One Health di lima provinsi prioritas, dengan pasar unggas tradisional sebagai lokasi peringatan dini yang penting. Untuk leptospirosis, peningkatan surveilans terintegrasi, penilaian risiko bersama, deteksi dini, pengobatan yang cepat, serta kesadaran masyarakat telah membantu kolaborasi multisektoral, memperkuat kesiapan sistem kesehatan, dan mengurangi kematian di daerah rawan banjir.

Untuk mengurangi dampak antraks, WHO mendukung pelatihan petugas kesehatan garda terdepan dan pemantauan kejadian akut. Sementara itu, untuk rabies, WHO terus mendukung surveilans, manajemen kasus, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Pengalaman Indonesia mencerminkan perhatian regional dan global yang lebih tinggi terhadap One Health, karena negara-negara menghadapi makin tingginya dampak kesehatan akibat perubahan iklim, gangguan lingkungan, dan penyakit menular baru. Tantangan bersama ini menyoroti perlunya kolaborasi berbasis sains yang menghubungkan tindakan lokal dengan solusi regional dan global.

Pemerintah Indonesia terus memimpin dalam memajukan One Health di ASEAN dan sekitarnya. Komitmen ini akan disoroti pada One Health Summit, yang akan mempertemukan para kepala negara dan menteri untuk mendorong dukungan politik tingkat tinggi dan menerjemahkan komitmen menjadi tindakan terkoordinasi untuk melindungi kesehatan bagi semua.

Setelah pertemuan tersebut, dilaksanakan pula Global Forum of WHO Collaborating Centres yang menekankan pentingnya investasi dan kemitraan berkelanjutan pada sains dan kedokteran secara keseluruhan. Forum ini merayakan jaringan global WHO yang terdiri dari lebih dari 800 Pusat Kolaborasi, termasuk dua di Indonesia untuk keperawatan dan kebidanan serta pencegahan ketulian dan gangguan pendengaran. Lembaga-lembaga ini melakukan penelitian dan kegiatan penting yang membantu menghasilkan penemuan ilmiah penyelamat nyawa, mendukung negara-negara untuk mendeteksi wabah penyakit lebih awal, memperkuat sistem laboratorium, meningkatkan keamanan pangan, serta membangun tenaga kerja kesehatan yang lebih siap.***(rl)

keterangan foto: Upaya One Health di Indonesia berfokus pada penyakit zoonosis prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Dalam foto ini, tim gabungan Kementerian Kesehatan RI–WHO melakukan surveilans di pasar unggas di Surabaya sebagai bagian dari program percontohan di lima provinsi pada tahun 2025. Kredit: WHO/Fieni Aprilia

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 08 April 2026

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Galeri
Jumat, 06 Maret 2026

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Advertorial
Senin, 06 April 2026

Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru Sedot Antusias Ribuan Pengunjung

Kehadiran Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru direspon positif. Ribuan pengunjung antusias berdatangan.

Advertorial
Minggu, 29 Maret 2026

Bina UMKM Desa, Cara PT Sari Lembah Subur Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Sekitar

PT Sari Lembah Subur punya cara khusus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Melakukan pembinaan ekonomi.

Galeri
Kamis, 05 Maret 2026

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Advertorial
Jumat, 20 Maret 2026

Hadirkan Program Menarik untuk Konsumen, Honda AT Family Day Sukses Digelar di Mal SKA Pekanbaru

Hadirkan Program Menarik untuk Konsumen, Honda AT Family Day Sukses Digelar di Mal SKA Pekanbaru.

Berita Lainnya

Jumat, 10 April 2026

Estafet Kepemimpinan Gardu Prabowo Riau Beralih: Rika Putra Mundur, Rocky Ramadani Ditunjuk Nahkodai Organisasi


Jumat, 10 April 2026

Marjani, Ajudan Gubri Non Aktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar


Jumat, 10 April 2026

Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF Kolaborasi demi Tingkatkan Literasi dan Numerasi


Jumat, 10 April 2026

Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Tengah Kota Teluk Kuantan


Jumat, 10 April 2026

Kadishub Pelalawan Akan Tinjau Jalintim Sorek Satu, Evaluasi Rambu dan Penerangan Jalan


Jumat, 10 April 2026

Polres Kuansing Kembali Amankan Pelaku PETI yang Sempat Kabur di Polsek Kuantan Hilir


Jumat, 10 April 2026

Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Rampung Agustus 2026, Wabup Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu


Jumat, 10 April 2026

PPN Sumbagut Komit Jaga Penyaluran LPG di Kepulauan Meranti


Jumat, 10 April 2026

Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Tengah Kota Teluk Kuantan


Jumat, 10 April 2026

Gotong Royong, Polisi Ukui Wujudkan Lingkungan Bersih dan Pelayanan Prima


Jumat, 10 April 2026

Polres Kuansing Kembali Amankan Pelaku PETI yang Sempat Kabur di Polsek Kuantan Hilir


Jumat, 10 April 2026

Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Rampung Agustus 2026


Jumat, 10 April 2026

PPN Sumbagut Komitmen Jaga Penyaluran LPG di Kepulauan Meranti


Jumat, 10 April 2026

Gotong Royong, Polisi Wujudkan Lingkungan Bersih dan Pelayanan Prima


Jumat, 10 April 2026

Indonesia–PBB Dukung Akses Pembiayaan dan Teknologi Pertanian Ketahanan Iklim bagi Petani Kecil


Jumat, 10 April 2026

Sering Terjadi Kecelakaan di Jalintim Sorek Satu, DPRD Pelalawan Minta Dishub Bertindak


Jumat, 10 April 2026

Personel Lanud Rsn dan Avsec Bandara SSK II Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu


Jumat, 10 April 2026

Polda Riau Turut Berduka Atas Kematian Siswa SMP Saat Praktik Sains di Siak


Jumat, 10 April 2026

LPG Oplosan Terbongkar, PPN Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar


Jumat, 10 April 2026

Polsek Tanah Putih Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar hutan dan Lahan