Riauterkini-KAMPAR-Fenomena mudik menggunakan sepeda motor seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lebaran di Indonesia. Alasan ekonomi dan fleksibilitas untuk mobilitas di kampung halaman sering kali mengalahkan pertimbangan keamanan.
Padahal, secara statistik, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan lalu lintas selama periode mudik masih mendominasi setiap tahunnya, untuk itu, Main Dealer Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) memberikan tips dan trik #Cari_aman berkendara melalui instruktur Safety Riding PT CDN, Rama Dhandyano saat ditemui di Safety Riding and Training Center PT CDN di Garuda Sakti, Kampar, Riau, Selasa (24/03/26).
Dijelaskan Rama, ada beberapa tips dan trik untuk memastikan keselamatan menjadi prioritas utama ketika mudik mengendarai roda dua yakni, tips pertama sepeda motor harus dalam kondisi prima. Artinya sepeda motor akan dipaksa bekerja ekstra keras selama belasan jam. Pastikan kondisi tempur kendaraan berada di level maksimal dengan cara, memeriksa ketebalan ban atau alur (TWI) dan tekanan angin. Jangan gunakan ban yang sudah gundul. Kemudian pastikan kampas rem depan dan belakang masih tebal. Pastikan lampu utama, sein, dan lampu rem berfungsi 100 persen serta mengganti oli sebelum berangkat dan cek kondisi rantai atau v-belt.
Tips kedua, kata Rama lagi, rencanakan perjalanan, riding gear & tools lengkap. Rencanakan perjalanan sedini mungkin, mulai dari jalur atau rute yang akan dilewati, lalu waktu yang tepat saat start berangkat. Gunakan helm, jaket, sarung tangan, celana dan sepatu riding. Kemudian bawa tool kit untuk mengantisipasi kendala-kendala ringan dan jangan lupa siapkan rain coat apabila cuaca sedang kurang bersahabat ketika dalam perjalanan.
Tips selanjutnya, sambungnya, strategi perjalanan dan istirahat. Rama menilai, musuh terbesar pemudik bukanlah jarak, melainkan kelelahan (fatigue) sehingga sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit sebelum dan saat melakukan perjalanan. Beristirahatlah setiap 2 jam sekali selama minimal 15–20 menit. Jangan menunggu lelah baru berhenti. Hindari microsleep atau gejala tidur sesaat selama beberapa detik yang sering menjadi penyebab kecelakaan fatal. Jika mata mulai berat, segera cari SPBU atau rest area untuk tidur sejenak. Lalu pemudik juga harus memahami jalur, pantau aplikasi navigasi untuk mengetahui titik kemacetan atau jalur alternatif yang lebih aman.
Tips keempat adalah manajemen muatan jangan sampai menjadi gudang berjalan. Bawalah surat-surat berkendara, identitas diri dan uang secukupnya, bukan membawa barang bawaan berlebih. Barang yang terlalu tinggi atau lebar mengganggu keseimbangan dan aerodinamika. Hindari membawa penumpang lebih dari satu orang. Pastikan kaki pengendara tetap memiliki ruang gerak yang bebas untuk mengerem dan berpindah gigi.
"Mudik adalah perjalanan menuju kebahagiaan. Pastikan bisa berkumpul dengan keluarga tersayang dan kembali dalam keadaan selamat. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Ingat, #Cari_Aman saat berkendara," tutup Rama.***(gas)